SURABAYA - Perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Jawa Timur pada awal tahun 2026 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 5 Januari 2026, sejumlah komoditas tercatat mengalami penurunan harga dan sebagian lainnya naik.
Penurunan harga tercatat pada kelompok cabai. Cabai rawit merah turun 15,58 persen atau Rp 9.350 menjadi Rp 47.050 per kilogram. Cabai merah besar juga turun 14,1 persen atau Rp 4.250 menjadi Rp 25.900 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting turun 0,67 persen atau Rp 250 menjadi Rp 37.000 per kilogram. Berbeda dengan komoditas cabai lainnya, cabai rawit hijau justru naik 9,72 persen atau Rp 3.650 menjadi Rp 41.200 per kilogram.
Pada komoditas protein hewani, daging ayam ras segar tercatat turun 1,09 persen atau Rp 400 menjadi Rp 36.300 per kilogram. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan 0,85 persen atau Rp 250 menjadi Rp 29.000 per kilogram.
Harga gula pasir turut mengalami penurunan. Gula pasir premium turun 0,83 persen atau Rp 150 menjadi Rp 17.900 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal turun 0,61 persen atau Rp 100 menjadi Rp 16.250 per kilogram.
Minyak goreng curah juga turun 0,26 persen atau Rp 50 menjadi Rp 19.350 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing tercatat stabil di Rp 21.150 dan Rp 20.650 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru mengalami kenaikan harga. Bawang merah ukuran sedang naik 0,26 persen atau Rp 100 menjadi Rp 39.250 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang naik 3,72 persen atau Rp 1.150 menjadi Rp 32.100 per kilogram.
Pada komoditas beras, kenaikan terjadi pada hampir seluruh kualitas. Beras kualitas bawah I naik 8,4 persen atau Rp 1.050 menjadi Rp 13.550 per kilogram, sementara beras medium I naik 1,4 persen atau Rp 200 menjadi Rp 14.450 per kilogram dan beras medium II naik 3,33 persen atau Rp 450 menjadi Rp 13.950 per kilogram.
Beras kualitas super I naik 0,65 persen atau Rp 100 menjadi Rp 15.600 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II turun tipis 0,33 persen atau Rp 50 menjadi Rp 15.300 per kilogram. Untuk beras kualitas bawah II, harga tercatat tidak mengalami pembaruan.
Pada komoditas daging sapi, daging sapi kualitas I naik 1,25 persen atau Rp 1.600 menjadi Rp 129.750 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II naik 4,11 persen atau Rp 4.650 menjadi Rp 117.800 per kilogram. (*)
Editor : A. Ramadhan



















