Menu
Pencarian

Harga Anjlok, Petani Tembakau Ponorogo Terancam Gagal Panen Akibat Hujan

Portaljtv.com - Jumat, 29 Agustus 2025 17:01
Harga Anjlok, Petani Tembakau Ponorogo Terancam Gagal Panen Akibat Hujan
Petani tembakau yang sedang memilah tanaman yang rusak dan tidak. (Foto: Sayekti Milan)

PONOROGO - Anomali cuaca berdampak besar pada petani tembakau di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo. Hujan yang terus turun dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya mengganggu pertumbuhan tanaman, tetapi juga merusak proses penjemuran. Akibatnya, kualitas tembakau menurun drastis dan harganya jatuh hingga setengahnya.

Di desa tersebut terdapat sekitar 35 hektare ladang tembakau dan sekitar 30 persen di antaranya terdampak hujan. Banyak tanaman gagal tumbuh, daun menguning, hingga diserang hama kutu. Bahkan ada tanaman yang busuk batang dan sebagian petani terpaksa menanam ulang karena gagal panen. Satu petak ladang yang gagal panen bisa membuat petani merugi hingga Rp 4 juta.

Kerugian juga terjadi saat proses penjemuran. Tembakau berkualitas baik seharusnya kering dalam satu hari. Namun karena hujan terus turun, penjemuran memakan waktu lebih lama. Hal ini membuat warna daun berubah menjadi kemerahan sehingga grade turun. Dampaknya, harga tembakau anjlok dari semula Rp 45 ribu per kilogram, kini hanya laku Rp22 ribu saja.

Menurut Ahmad, Ketua Kelompok Tani Tembakau Desa Jalen mengatakan “Kalau cuaca begini, petani benar-benar bingung. Ada tanaman yang busuk batang, bahkan ada yang gagal panen lalu terpaksa tanam lagi. Kalau begini terus, pendapatan kami makin terancam,” ujarnya. Ketua Kelompok Tani Tembakau Desa Jalen.

Kondisi cuaca yang tak menentu membuat para petani semakin cemas, karena hasil tembakauselama ini menjadi tumpuan utama kehidupan mereka. (Sayekti Milan/Fadillah Putri)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.