SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menggagas program terobosan untuk memberdayakan ekonomi generasi muda melalui alokasi dana sebesar Rp5 juta per Rukun Warga (RW). Inisiatif yang dibahas dalam program “Rujak Suroboyo” di JTV pada Kamis (12/3/2026) ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda, khususnya Generasi Z, melalui berbagai kegiatan produktif berbasis kampung.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah bantuan yang diberikan secara cuma-cuma. Mekanisme pencairannya berbasis manfaat nyata, di mana setiap kelompok pemuda atau Karang Taruna di tingkat RW diwajibkan mengajukan proposal kegiatan yang berdampak jangka panjang. Proses seleksi ketat akan dilakukan untuk memastikan bahwa setiap usulan memiliki manfaat konkret bagi lingkungan dan pengembangan potensi pemuda, sehingga jika kriteria tidak terpenuhi, dana tersebut tidak akan dicairkan.
Mekanisme pengajuan dilakukan melalui kelurahan dan diverifikasi di tingkat kecamatan dengan pengawasan yang intensif. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menjelaskan bahwa penggunaan anggaran ini disertai evaluasi berkala. Setiap penerima dana wajib mempertanggungjawabkan laporannya sebelum dapat mengajukan kembali pada bulan berikutnya. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, sekaligus memberikan pendampingan teknis dalam aspek manajemen usaha dan pengelolaan keuangan agar program tetap berkelanjutan.
Fokus utama program ini adalah pada kegiatan ekonomi produktif dan bukan untuk urusan seremonial. Beberapa contoh kegiatan yang disarankan meliputi urban farming, budidaya ikan, pengelolaan bank sampah, usaha jasa cuci kendaraan, hingga strategi pemasaran digital untuk mendukung UMKM lokal. Program ini memberikan ruang bagi ide-ide kreatif pemuda yang selama ini terkendala biaya, sebagaimana disambut baik oleh Ketua Karang Taruna Kelurahan Jagir, Garry Dimas Siswanto, yang melihatnya sebagai peluang besar untuk memaksimalkan potensi pemuda di tingkat akar rumput.
Baca Juga : Wajah Baru Rawat Inap RSMM Jatim: Fasilitas Makin Modern, Pelayanan Tetap Setara
Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, melainkan dari dampak nyata di lapangan. Indikator utamanya adalah berkurangnya angka pengangguran di kalangan pemuda serta meningkatnya pendapatan mereka melalui unit usaha yang dijalankan. Dengan jumlah RW di Surabaya yang mencapai lebih dari seribu, program ini diharapkan mampu memberikan efek domino yang signifikan terhadap penguatan ekonomi skala mikro di seluruh wilayah kota. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















