LUMAJANG - Suasana hangat dan berbeda terasa di Mushola Al Makna, Kelurahan Citrodiwangsan, Lumajang, selama bulan Ramadan tahun ini. Usai menunaikan ibadah salat magrib maupun tarawih, para jemaah tidak langsung pulang, melainkan berkumpul untuk menikmati suguhan istimewa: secangkir kopi premium yang diracik layaknya di kedai kopi modern.
Aroma kopi segar langsung menyeruak saat biji kopi pilihan digiling menggunakan grinder manual sebelum diseduh perlahan dengan metode manual brew, seperti V60. Proses penyeduhan ala barista profesional ini menjadi magnet tersendiri bagi warga sekitar, khususnya kalangan muda.
Tak hanya menyajikan kopi hitam bagi penikmat kopi murni, pengurus mushola juga menyediakan varian minuman kekinian seperti Butterscotch dan Choco Vanilla Latte. Muhammad Adam, salah satu jemaah, mengaku sangat menikmati konsep inovatif yang dihadirkan.
“Suasananya sangat nyaman. Saya bisa mengaji dengan lancar, sekaligus menikmati kopi gratis setelah salat. Konsep seperti ini sangat menarik dan membuat kegiatan di mushola jadi lebih menyenangkan,” ujarnya.
Pengurus Mushola Al Makna, Bahtiar Muhaqiqi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari hobinya di dunia kopi. Selama Ramadan, ia ingin berbagi kegemaran tersebut dengan menyajikan kopi kualitas premium kepada jemaah secara cuma-cuma.
“Awalnya saya memang hobi menyeduh kopi. Saat Ramadan, kami sengaja menghadirkan kopi gratis untuk jemaah. Kopi yang kami gunakan bukan kopi biasa, melainkan biji kopi pilihan seperti yang biasa disajikan di kafe-kafe,” jelas Bahtiar.
Selain sebagai ajang berbagi, program ini juga menjadi sarana edukasi. Bahtiar ingin mengenalkan kepada jemaah bahwa menikmati kopi memiliki seni tersendiri, bahkan bisa dinikmati tanpa tambahan gula.
"Banyak jemaah yang awalnya merasa asing dengan rasa kopi murni, tetapi setelah mencoba, mereka justru tertarik," tambahnya. Program kopi gratis ini rutin digelar setiap hari Rabu dan Sabtu, mulai dari setelah salat magrib hingga selesai salat tarawih.
Melalui inisiatif kreatif ini, pengurus berharap dapat menciptakan suasana Ramadan yang hangat dan edukatif. Lebih dari itu, konsep ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat generasi muda untuk lebih aktif datang dan memakmurkan mushola. (Yona Salma)
Editor : Iwan Iwe



















