SURABAYA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar acara halal bihalal tahun 2026 dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini dihadiri sekitar seribu kader dari berbagai tingkatan, mulai dari DPC hingga anggota legislatif dan kepala daerah se-Jawa Timur.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, M.H Said Abdullah, menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan memperjelas arah perjuangan partai di tengah tantangan zaman.
Ia menyoroti kondisi saat ini yang dipenuhi dengan derasnya arus informasi, termasuk maraknya hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurutnya, situasi tersebut menuntut kader partai untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi serta tetap berpijak pada nilai-nilai kebenaran.
“Sekarang ini kita menghadapi ledakan informasi yang luar biasa. Kadang yang benar terlihat salah, dan yang salah justru dianggap benar. Karena itu kita harus menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga kebenaran,” ujarnya.
Baca Juga : Spesial Event Momentum Silaturahmi Halal Bihalal PDIP Jawa Timur 2026
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekuatan utama Jawa Timur terletak pada perpaduan antara kalangan santri dan nasionalis. Menurutnya, kedua kelompok ini memiliki kesamaan tujuan, yakni memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil, terutama mereka yang masih tertinggal secara ekonomi dan pendidikan.
“NU dan PDI Perjuangan punya banyak kesamaan. Sama-sama berpihak pada rakyat kecil. Karena itu kita harus terus bergandengan tangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan, Abdullah Azwar Anas, mengajak seluruh kader untuk terus berinovasi dalam menghadapi perubahan sosial dan politik, khususnya dalam menjangkau generasi muda.
Ia menyoroti fenomena “echo chamber” di media sosial, di mana seseorang hanya terpapar informasi yang sejalan dengan pandangannya sendiri. Hal ini dinilai berbahaya karena dapat menciptakan ilusi dukungan besar tanpa memahami realitas di lapangan.
“Kalau kita hanya melihat informasi yang kita suka, kita bisa merasa sudah kuat, padahal di luar tantangannya besar. Maka kader harus aktif keluar, menyapa masyarakat, dan membangun komunikasi yang luas,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan kepada generasi Z harus dilakukan dengan cara yang lebih relevan, seperti melalui kegiatan olahraga, musik, budaya, hingga kuliner. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi kepala daerah dari PDI Perjuangan di Jawa Timur yang tetap mampu berprestasi di tengah keterbatasan fiskal.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya kerja nyata berbasis kerakyatan dibandingkan sekadar mengandalkan kekuatan finansial dalam politik. Ia mencontohkan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat terbukti lebih efektif dalam membangun dukungan.
Dalam kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ning Nadya Abdurrahman yang memberikan pesan mendalam tentang makna halal bihalal sebagai sarana memperbaiki hubungan antarmanusia.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, menjaga hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) memiliki peran penting yang tidak bisa digantikan hanya dengan ibadah pribadi. Oleh karena itu, halal bihalal menjadi momentum untuk benar-benar saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
“Tidak cukup hanya bertaubat kepada Allah, tapi kita juga harus menyelesaikan hak-hak sesama manusia. Halal bihalal adalah cara untuk itu,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk membawa tiga nilai utama dari silaturahmi, yaitu membersihkan hati dari dendam, menghiasinya dengan sikap memaafkan, serta memperbaiki hubungan ke arah yang lebih baik ke depannya.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman antar peserta, diiringi lantunan musik religi. Suasana penuh keakraban terlihat saat para kader dan tamu undangan saling bermaafan sebagai bentuk nyata dari semangat persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap soliditas internal partai semakin kuat, sekaligus mempertegas komitmen untuk terus hadir dan bekerja bagi kepentingan masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















