BANGKALAN - Penggerebekan oleh Satpol PP Kabupaten Bangkalan di sebuah warung daerah Tangkel, yang menjadi akses Suramadu arah Surabaya-Bangkalan pada Jumat (4/10/2024) berujung pada temuan yang mengejutkan.
Penggerebekan ini dilakukan setelah petugas mendapat informasi bahwa warung tersebut sering digunakan sebagai tempat berkumpul sekelompok anak jalanan.
Dalam penggerebekan yang dilakukan, Satpol PP Kabupaten Bangkalan menemukan barang yang diduga merupakan sabu dan perlengkapannya di warung yang berada di daerah akses Suramadu.
Barang bukti tersebut ditemukan saat Satpol PP melakukan razia untuk membongkar tempat yang menjadi base camp anak jalanan tersebut.
Setelah menemukan barang yang mencurigakan, Satpol PP segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polres Bangkalan untuk memastikan temuan tersebut.
Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Bangkalan, M. Nakip, menjelaskan bahwa pemilik barang yang diduga sabu berhasil melarikan diri sebelum petugas Satpol PP melakukan razia.
"Kami berhasil mengamankan 5 anak jalanan yang sempat kabur dalam razia ini, sementara pemilik barang yang diduga sabu ini berhasil melarikan diri." ungkapnya.
Selain menemukan barang yang diduga sabu, petugas juga menemukan sebuah kertas di bawah tempat tidur di warung tersebut, yang menunjukkan bahwa pemilik barang tersebut pernah menjalani hukuman penjara.
Dalam operasi ini, Satpol PP juga berhasil mengamankan lima anak jalanan yang berada di lokasi, yang kemudian didata dan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan untuk tindakan lebih lanjut.
M. Nakip juga menyampaikan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk mengurangi potensi tindak kriminal dan memastikan daerah akses Suramadu aman dari penyalahgunaan narkoba dan kegiatan ilegal lainnya.
Meski pemilik barang yang diduga sabu berhasil melarikan diri, upaya koordinasi dengan pihak kepolisian diharapkan dapat membawa kasus ini ke proses hukum yang lebih lanjut.
Di sisi lain, anak jalanan yang diamankan juga akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial, guna memberikan peluang kehidupan yang lebih baik.(Moch. Sahid/Selvina Apriyanti)
Editor : Iwan Iwe