MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari resmi membuka Pasar Takjil Ramadan 1447 Hijriah di halaman Pasar Ketidur, Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jum'at (27/2/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM kuliner. Kegiatan akan berlangsung selama 9 hari mulai 26 Februari hingga 4 Maret 2026.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan bahwa Pasar Takjil Ramadan secara konsisten digelar setiap tahun sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM di Kota Mojokerto.
“Kegiatan pasar takjil Ramadan ini sudah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Kita memberikan ruang bagi UMKM kuliner agar memiliki tempat yang lebih spesial untuk menjajakan produknya selama Ramadan,” ujarnya.
Baca Juga : Wali Kota Ning Ita Targetkan 16 Ribu UMKM Mamin di Kota Mojokerto Naik Kelas
Ia menjelaskan, Kota Mojokerto memiliki tidak kurang dari 16.000 UMKM kuliner yang tersebar di berbagai wilayah. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor usaha mikro.
“Kita berharap Ramadan yang penuh berkah ini akan menghasilkan cuan yang melimpah bagi UMKM. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor kuliner,” tambahnya.
Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, Pasar Takjil Ketidur juga menjadi wadah kreasi seni masyarakat. Berbagai kegiatan seni dan lomba turut digelar untuk memeriahkan suasana, sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat.
“Berbagai kegiatan yang diselenggarakan di pasar takjil ini juga menjadi ruang kreasi bagi masyarakat melalui kegiatan seni dan budaya, sehingga semakin meramaikan suasana Ramadan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.
Untuk mendukung para pegiat UMKM, sebagai bentuk dukungan konkret, melalui Korpri Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto juga membagikan 1.000 kupon gratis kepada masyarakat dengan nilai masing-masing Rp10.000 atau total Rp10 juta untuk dibelanjakan di Pasar Takjil Ketidur. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















