SURABAYA - Minuman rempah tradisional kini kembali diminati berbagai kalangan, termasuk anak muda. Di wilayah barat Surabaya, tren tersebut terlihat dari ramainya gerai DAWA Minuman Rempah yang menawarkan racikan berbahan dasar jahe, serai, dan herbal tradisional lainnya dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10.000 per porsi.
Salah satu gerai DAWA di Jawa Timur berlokasi di kawasan Manukan, tepatnya di Jalan Manukan Tengah, Sambikerep, Surabaya. Gerai ini menjadi tempat favorit masyarakat untuk menikmati minuman hangat yang menyehatkan pada malam hari. Selain di Surabaya, kios DAWA juga tersebar di beberapa titik seperti Sidoarjo, Karawang, hingga Kelapa Gading.
Gerai DAWA beroperasi setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 01.00 WIB, melayani pembelian bawa pulang (take away) maupun makan di tempat (dine in). Meski berupa kios sederhana, suasana yang bersih dengan konsep pencahayaan hangat (warm) menjadi nilai lebih yang dirasakan pengunjung.
Setiap pelanggan akan diberikan buku menu yang berisi berbagai varian racikan lengkap dengan informasi manfaat kesehatannya. Konsep ini memberikan pengalaman berbeda, karena pengunjung dapat menyesuaikan pilihan minuman dengan kebutuhan tubuh, seperti meningkatkan daya tahan, meredakan masuk angin, hingga memperbaiki kualitas tidur.
Varian Menu yang Beragam
Beberapa menu favorit antara lain bir pletok susu yang memadukan kehangatan rempah dengan tekstur susu lembut, serta rempah temulawak madu untuk menjaga stamina. Varian lainnya meliputi jahe susu, serai hangat, kunyit asam, wedang uwuh, hingga racikan kombinasi khusus.
Keberagaman menu ini menjadi daya tarik utama. DAWA berhasil mengemas citra minuman rempah yang dulu identik dengan orang tua menjadi konsumsi yang digemari generasi muda karena rasanya yang lebih variatif dan ringan.
Testimoni Pelanggan
Salah satu pelanggan, Septina, mengaku merasakan manfaat langsung setelah mengonsumsi racikan DAWA. “Saya sudah minum rempah ini dua kali dan badan terasa lebih segar. Tidur pun jadi lebih pulas,” ujarnya.
Testimoni serupa datang dari Awiyah, pengunjung lain yang terkesan dengan profesionalisme pelayanan gerai ini. “Penjual kaki lima, tapi buku menunya seperti restoran bintang lima,” katanya.
Selain kualitas rasa, penggunaan peralatan yang bersih dan tertata rapi juga menjadi perhatian utama. Hal ini dinilai penting karena minuman herbal membutuhkan standar kebersihan ekstra agar tetap higienis bagi konsumen.
Fenomena meningkatnya minat terhadap minuman rempah tradisional menunjukkan adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai kembali ke bahan alami (back to nature). Tren ini didukung oleh kesadaran kesehatan yang meningkat pascapandemi, di mana masyarakat lebih selektif dalam mengonsumsi bahan herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. (Mamluatus Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















