PROBOLINGGO - Proses evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berlangsung dramatis. Puluhan warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, harus dievakuasi di tengah arus deras banjir yang merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Salah satu wilayah terparah berada di Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih. Di dusun ini, sedikitnya 60 rumah yang dihuni sekitar 150 jiwa terendam banjir. Air yang naik dengan cepat membuat puluhan anak-anak dan lansia terjebak di dalam rumah tanpa sempat menyelamatkan diri.
Kepanikan warga semakin meningkat seiring air yang terus meninggi dan berarus deras. Kondisi diperparah karena bantuan evakuasi sempat belum tiba, sementara sebagian warga berusaha mengevakuasi korban secara mandiri dengan peralatan seadanya.
Baca Juga : Evakuasi Korban Banjir di Probolinggo Berlangsung Dramatis, Anak-anak hingga Lansia Terjebak
Warga sempat mengalami kesulitan saat proses evakuasi. Upaya menggunakan tali dinilai berisiko tinggi karena korban bisa terseret arus banjir. Situasi baru dapat diatasi setelah perahu milik nelayan setempat didatangkan dan digunakan sebagai jembatan darurat untuk memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman.
Setelah berjibaku dengan derasnya banjir, satu per satu korban akhirnya berhasil dievakuasi. Sejumlah korban, khususnya lansia, dilaporkan mengalami hipotermia akibat terlalu lama terendam air dan langsung mendapat penanganan awal dari petugas serta warga sekitar.
Warga mengaku nyaris tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka karena banjir datang secara tiba-tiba dan menggenangi rumah dalam waktu singkat.
Baca Juga : Gempa Susulan Masih Terjadi di Probolinggo, BPBD Distribusikan Bantuan
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, banjir melanda tujuh kecamatan, yakni Tongas, Sumberasih, Krejengan, Kraksaan, Maron, Gading, dan Besuk. Selain di wilayah kabupaten, sebagian wilayah Kota Probolinggo juga dilaporkan turut terendam banjir.
Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore menjadi pemicu utama banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap, menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air hingga 1,5 meter di sejumlah lokasi. (*)
Editor : A. Ramadhan



















