Menu
Pencarian


Empat SD di Tulungagung Nihil Siswa Baru, Tunjangan Sertifikasi Guru Terancam Tak Cair

JTV Kediri - Jumat, 17 Juli 2026 13:48
Empat SD di Tulungagung Nihil Siswa Baru, Tunjangan Sertifikasi Guru Terancam Tak Cair
Seorang guru menyematkan Mahkota penanda MPLS dimulai. (Foto: Beny Setiawan)

TULUNGAGUNG - Empat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung tidak memperoleh satu pun siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut tak hanya menjadi persoalan keberlangsungan sekolah, tetapi juga berdampak pada hak guru untuk menerima tunjangan sertifikasi.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mencatat, dari total 634 SD negeri dan swasta yang tersebar di 19 kecamatan, terdapat empat sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan peserta didik baru.

Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, menyebut empat sekolah tersebut adalah SD Swasta Dlodo di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, SDN 4 Besuki, SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo, serta SDN 1 Tenggong di Kecamatan Rejotangan.

Menurut Zuyun, minimnya lulusan taman kanak-kanak (TK) di wilayah sekitar menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, letak geografis sekolah yang relatif jauh serta persaingan antarsekolah dalam mendapatkan peserta didik baru turut memengaruhi kondisi tersebut.

Baca Juga :   Pelajar, Guru, Komite di SMAN 2 Sidoarjo Tutup MPLS 2026 dengan Deklarasi Pakta Integritas

"Faktor jumlah lulusan TK yang sedikit, lokasi sekolah, hingga persaingan antar sekolah menjadi tantangan dalam penerimaan murid baru," ujarnya.

Dampak paling nyata dirasakan para guru kelas di sekolah tersebut. Sebab, tidak adanya siswa baru membuat beban mengajar berkurang sehingga syarat minimal jam mengajar untuk pencairan tunjangan profesi atau tunjangan sertifikasi tidak terpenuhi.

Akibatnya, tunjangan sertifikasi bagi guru kelas di sekolah yang tidak memiliki peserta didik baru dipastikan tidak dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :   632 SD Negeri di Blitar, Tiga Sekolah Nihil Peserta Didik Baru

Meski demikian, Zuyun menegaskan kondisi ini bukan berarti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gagal. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Dinas Pendidikan saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program, termasuk revitalisasi sekolah.

Pihaknya berharap peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan kualitas sekolah dapat menjadi solusi agar sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik minim kembali diminati masyarakat pada tahun ajaran berikutnya. (Agus Bondan-Beny Setiawan)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.