KOTA MADIUN - Kasus hilangnya seorang wisatawan asal Kabupaten Madiun saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan masih menjadi perhatian berbagai pihak. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai motif korban meninggalkan rombongan karena proses penelusuran masih dilakukan oleh otoritas yang berwenang.
Belakangan, muncul berbagai dugaan di media sosial yang menyebut korban sengaja memisahkan diri dari rombongan untuk bekerja di Korea Selatan. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang membenarkan dugaan tersebut.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Purwanti Utami, menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu hasil penelusuran dari pihak berwenang sebelum mengambil kesimpulan terkait penyebab korban meninggalkan rombongan w
isata."Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai motif yang bersangkutan. Hingga saat ini belum ada kepastian terkait penyebab korban terpisah dari rombongan. Semua masih dalam proses penelusuran oleh otoritas yang berwenang," ujar Purwanti Utami.
Ia menjelaskan, mekanisme penempatan pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan memiliki prosedur resmi yang berbeda dibandingkan negara tujuan lainnya. Karena itu, dugaan bahwa korban sengaja meninggalkan rombongan untuk bekerja di Korea Selatan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurut Purwanti, saat ini penanganan kasus tersebut masih menjadi kewenangan Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul yang bertugas menelusuri keberadaan korban sekaligus memastikan kronologi peristiwa yang sebenarnya.
"Apabila nantinya hasil penelusuran menunjukkan adanya indikasi yang berkaitan dengan penempatan pekerja migran Indonesia, maka penanganannya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sesuai kewenangannya," jelasnya.
Disnakertrans Jawa Timur menyebut kasus wisatawan yang dilaporkan hilang saat mengikuti perjalanan wisata ke Korea Selatan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh sebab itu, penanganannya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemerintah Kabupaten Madiun sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Hingga berita ini ditulis, proses pencarian dan penelusuran terhadap keberadaan wisatawan asal Kabupaten Madiun tersebut masih terus berlangsung. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari instansi terkait dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Editor : JTV Madiun



















