NGAWI - Dinas Sosial Kabupaten Ngawi hingga kini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait pendaftaran calon siswa Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi keluarga dengan kategori ekonomi terbawah, yakni desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Ngawi, Mochamad Turnawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Ngawi masuk dalam tahap dua, sehingga belum dapat berjalan penuh seperti sekolah rintisan.
Menurutnya, operasional sekolah yang direncanakan dimulai pada tahun ini masih harus menunggu arahan resmi dari Kementerian Sosial, termasuk terkait mekanisme pendaftaran siswa.
“Calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil satu dan desil dua DTSEN atau kelompok ekonomi terendah. Namun untuk teknis pendaftarannya, kami masih menunggu juknis dari pusat,” ujar Mochamad Turnawan.
Baca Juga : Dinsos Ngawi Tunggu Juknis Pendaftaran Siswa Sekolah Rakyat
Berdasarkan informasi awal, pendaftaran calon siswa diperkirakan akan dibuka pada tahun ajaran baru 2026/2027. Selain itu, terdapat kemungkinan adanya siswa transisi dari sekolah sebelumnya yang akan masuk dalam program tersebut.
Meski juknis belum diterbitkan, Dinas Sosial saat ini mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar informasi dapat menjangkau calon penerima manfaat secara tepat sasaran.
Dalam rencana awal, setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, akan memiliki dua rombongan belajar. Dengan skema tersebut, total siswa yang ditampung diperkirakan mencapai sekitar 600 orang pada tahun ajaran baru mendatang.
Baca Juga : Permintaan Sapi Kurban Mulai Naik
Sementara itu, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Ngawi masih terus berlangsung. Program ini menjadi bagian dari wilayah Jawa Timur II, bersama beberapa daerah lain seperti Kabupaten Madiun, Pacitan, dan Nganjuk.
Pemerintah daerah berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus mendorong pemerataan kesempatan belajar di wilayah Kabupaten Ngawi.
Editor : JTV Madiun



















