Menu
Pencarian

Dinas PUSDA Jatim Sebut Proyek Jabung Ring Dyke Lamongan Terkendala Klaim Ganti Rugi

Ayul Andhim - Rabu, 29 April 2026 06:00
Dinas PUSDA Jatim Sebut Proyek Jabung Ring Dyke Lamongan Terkendala Klaim Ganti Rugi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur, I Nyoman Gunadi. (Foto: Ayul Adhim)

SURABAYA - Upaya pemerintah membebaskan kawasan Bengawan Jero, Lamongan, dari 'kutukan' banjir tahunan kini memasuki babak krusial. Proyek strategis Jabung Ring Dyke dijadwalkan berlanjut pada tahun 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp58 miliar.

​Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, menjelaskan bahwa dana tersebut dialokasikan melalui BBWS Bengawan Solo untuk merampungkan sisa 2 kilometer tanggul dari total panjang 24,4 kilometer.

​"Jika konstruksi ini tersambung, secara teknis sistem sudah bisa bekerja menahan dan mengalirkan air menuju laut, sehingga beban di hilir berkurang drastis," jelas Nyoman, Selasa (28/4/2026).

​Namun, ambisi teknis ini kembali berbenturan dengan dinamika sosial. Terdapat 49 kepala keluarga yang masih bermukim di area tanggul, ditambah munculnya gelombang klaim ganti rugi baru yang kerap membuat proses administrasi kembali ke titik nol.

Baca Juga :   Pasar Desa Sungelebak Lumpuh, Puluhan Kios Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero

​Kawasan Bengawan Jero di Lamongan secara topografi merupakan wilayah depresi yang menyerupai mangkuk raksasa. Karakteristik ini membuat air yang terjebak tidak bisa keluar secara alami, melainkan harus dipaksa melalui rekayasa hidrologi masif.

​Solusi permanen yang tengah dikejar adalah pembangunan Jabung Ring Dyke. Dengan kapasitas tampung 30 juta meter kubik, tanggul ini dirancang untuk menyudet debit air dari Bendung Babat sebesar 300 meter kubik per detik langsung ke laut.

​Sambil menunggu proyek fisik tuntas, pemerintah juga melakukan langkah darurat melalui normalisasi sistem sungai Blawi, Malang, Corong, Mireng (BMCM).

"Tahun ini fokus kami di Kali Malang dan Kali Corong sepanjang 6,9 kilometer. Sosialisasi kepada petani dan petambak akan dimulai pekan ini agar air bisa lebih cepat surut saat musim hujan tiba," ungkap Sekretaris DPUSDA Jatim, Fauzy Nasruddin. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.