Menu
Pencarian


Diakui Dunia, Gubernur Khofifah Raih Fatima Al-Fihriya Award 2026 dari Maroko atas Kiprah sebagai Pemimpin Perempuan dan Pemberdayaan Sosial

Portaljtv.com - Sabtu, 7 November 2026 22:41
Diakui Dunia, Gubernur Khofifah Raih Fatima Al-Fihriya Award 2026 dari Maroko atas Kiprah sebagai Pemimpin Perempuan dan Pemberdayaan Sosial
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Fatima Al-Fihriya Award 2026 atas kiprahnya dalam kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan sosial. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara The Sixth Fatima Al-Fihriya Awards 2026 di Gedung Negara Gr

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Fatima Al-Fihriya Award 2026 atas kontribusinya dalam kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan sosial. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara The Sixth Fatima Al-Fihriya Awards 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (6/11) malam.

Penghargaan yang diberikan kepada tokoh perempuan atas kontribusi nyata di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Asosiasi Profesor Muslimat NU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Programme MED 21, Association de Soutien au Programme MED 21, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selain Khofifah, penghargaan tersebut juga diberikan kepada empat tokoh perempuan lainnya, yakni Sinta Nuriyah Wahid, mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, Bassima Hakkaoui dari Maroko, serta Neziha Labidi dari Tunisia.

Khofifah menyampaikan rasa syukur sekaligus mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh perempuan, kader Muslimat NU, organisasi perempuan, dan relawan sosial yang selama ini mengabdikan diri untuk masyarakat.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan bentuk apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam mendampingi keluarga, membantu pendidikan anak, serta memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Khofifah juga mengangkat keteladanan Fatima al-Fihriya, perempuan yang menurut riwayat mewakafkan hartanya lebih dari seribu tahun lalu untuk mendirikan Masjid al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Tempat tersebut kemudian berkembang menjadi pusat keilmuan dan salah satu universitas tertua di dunia.

Ia menilai kisah tersebut mengajarkan bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata dapat memberikan manfaat besar bagi generasi berikutnya.

Khofifah menegaskan, kepemimpinan perempuan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi perempuan lainnya untuk memperoleh pendidikan, membangun kemandirian, serta terlibat dalam pengambilan keputusan.

Pengalaman berkhidmat bersama Muslimat NU, menurutnya, memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran kader di tengah keluarga dan lingkungan sosial membantu mengidentifikasi berbagai persoalan, mulai dari akses kesehatan, pendidikan anak, hingga pemberdayaan ekonomi.

Dalam menjalankan berbagai amanah, mulai dari anggota DPR RI, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Sosial, hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah mengaku selalu menekankan pentingnya memastikan program pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu upaya pemberdayaan perempuan di Jawa Timur diwujudkan melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara). Program ini memberikan bantuan modal usaha kepada perempuan dengan keterbatasan ekonomi, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Khofifah juga menekankan pentingnya melibatkan perempuan sejak tahap perencanaan program agar kebijakan yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat diperlukan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan pemberdayaan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur melalui laporan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi harus dipastikan melalui pemeriksaan langsung terhadap pelaksanaan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Karena itu, Khofifah menegaskan pentingnya prinsip No One Left Behind atau tidak seorang pun boleh tertinggal. Prinsip tersebut mencakup upaya menjangkau perempuan yang menghadapi hambatan lebih besar, termasuk penyandang disabilitas dan mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

Sementara itu, perwakilan lembaga pemberi penghargaan dari Forum Azzahra for Moroccan Women sekaligus Ketua Asosiasi Programme MED 21 dari Tunisia, Muhammad Al Arabi bin Athiyyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Khofifah dalam penyelenggaraan The Sixth Fatima Al-Fihriya Awards 2026 di Indonesia.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi perempuan di seluruh dunia untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata, khususnya di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

Sebagai informasi, Sinta Nuriyah Wahid menerima penghargaan atas dedikasinya dalam advokasi kemanusiaan dan kesetaraan gender. Halimah Yacob diapresiasi atas kiprahnya dalam kepemimpinan perempuan, keadilan sosial, dan tata kelola.

Sementara itu, Bassima Hakkaoui menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan dan kebijakan sosial, sedangkan Neziha Labidi atas pengabdiannya dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak serta pembangunan keluarga.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Ketua Asosiasi Profesor Muslimat NU Amany Lubis, jajaran Forkopimda Jawa Timur, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Editor : Guntur Nara






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.