KEDIRI - Kawasan Jalan Lintas Sumber Rempi (JLSR) di Kelurahan Betet, Kota Kediri, kini berubah wajah. Dari sekadar tempat nongkrong sore, kawasan ini bermetamorfosis menjadi pusat ekonomi kreatif baru. Sebagai wujud syukur atas pembangunan jalan, ratusan warga dan pelaku UMKM menggelar tasyakuran sekaligus menghidupkan potensi wisata kuliner lokal.
Aspal baru menghadirkan semangat baru bagi warga Betet, Kecamatan Pesantren. JLSR yang baru diperbaiki kini ramai dipadati ratusan pelaku UMKM dan warga yang memanfaatkannya sebagai ruang publik yang produktif.
Kegiatan ini lahir murni dari inisiatif warga yang melihat potensi ekonomi dari ramainya kawasan tersebut setiap sore. Sedikitnya 115 pelaku UMKM turut serta, menawarkan berbagai kuliner dan produk lokal.
Melihat antusiasme tinggi, pihak Kecamatan Pesantren berencana mengusulkan kawasan ini sebagai lokasi Car Free Day pada Minggu pagi kepada Wali Kota Kediri, Vinanda Pramesti. Tujuannya, agar aktivitas ekonomi warga memiliki wadah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Meski menjadi pusat keramaian, kebersihan tetap menjadi prioritas mengingat lokasinya yang berbatasan dengan area persawahan.
Baca Juga : Program Pemberdayaan Ekonomi RW Surabaya Dorong Kemandirian Generasi Z
Ridwan, Ketua Paguyuban JLSR, mengatakan anak-anak muda yang memanfaatkan JLSR sebagai tempat nongkrong di senja hari merasa mendapatkan lokasi baru untuk melepas penat.
"Sambil melihat sunset, bisa jajan makanan atau sekadar minum kopi di tengah sawah sambil menikmati pemandangan indah matahari terbenam," ujarnya.
Warga, seperti Trias dari Sukorejo dan Revi Avilia dari Blabak, juga menyambut positif perkembangan ini, menikmati suasana baru yang terbentuk.
Baca Juga : Dari Ngopi Senja, Kini JLSR Betet Kota Kediri Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
Ke depannya, kawasan JLSR rencananya akan dikembangkan dengan berbagai agenda kreatif, seperti pertunjukan musik dan kegiatan komunitas. Tujuannya, agar kawasan ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga jujukan tetap untuk menikmati senja di Kediri. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri

















