Menu
Pencarian

Buntut Dugaan Keracunan Siswa, SPPG Kebondalem Pacitan Dihentikan Sementara

JTV Pacitan - Selasa, 14 April 2026 13:24
Buntut Dugaan Keracunan Siswa, SPPG Kebondalem Pacitan Dihentikan Sementara
Sejumlah pasien dugaan keracunan MBG menjalani perawatan intensif di Puskesmas Tegalombo. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, masih dalam proses penyelidikan. Dinas Kesehatan Pacitan bersama Badan Gizi Nasional terus melakukan penelusuran guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Data terbaru menyebutkan, total sebanyak 139 siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi MBG yang disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebondalem. Meski demikian, sebagian besar siswa kini telah dipulangkan karena kondisi mereka berangsur membaik.

Pihak yayasan yang membawahi mitra pengelola SPPG Kebondalem, Dodik Winoto, angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa selama ini pihaknya rutin melakukan kontrol terhadap menu makanan sebelum didistribusikan. “Sebenarnya setiap hari saya melakukan kontrol daftar menu makanan sebelum dibagikan,” ujarnya.

Namun demikian, Dodik mengaku belum bisa memastikan apakah kejadian ini benar-benar disebabkan oleh makanan dari mitra di bawah naungan yayasannya. Ia menilai, indikasi keracunan belum dapat disimpulkan tanpa hasil uji laboratorium. “Saya juga belum dapat memutuskan apakah ini memang keracunan dari mitra di bawah naungan yayasan saya, karena sifat dari keracunan ini menurut pandangan saya belum diketahui kejelasannya,” katanya.

Baca Juga :   Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG Tegalombo Keluar, Ditemukan Bakteri pada Sampel Makanan dan Air

Ia menambahkan, secara umum, efek keracunan makanan biasanya muncul beberapa jam setelah dikonsumsi. Namun, ia meragukan apakah pola tersebut sesuai dengan kejadian di Tegalombo. “Kalau makanan setahu saya, misal kita makan, jarak beberapa jam itu sudah terasa. Nah, apakah seperti itu atau tidak yang terjadi di Tegalombo, kalau yang saya lihat kelihatannya tidak. Tapi bagaimana yang sebenarnya terjadi, saya sendiri juga tidak tahu pasti. Menurut saya, kita menunggu hasil lab saja biar jelas,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dodik menyatakan pihaknya siap menerima apapun hasil dari uji laboratorium yang saat ini masih berlangsung. Ia memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh jika terbukti sumber masalah berasal dari dapur MBG. “Kalau hasil lab nanti tidak, ya alhamdulillah karena ini amanah kita. Kita berprinsip bekerja di sini untuk kemanusiaan,” ucapnya.

“Yang kedua, kalau memang iya dari mitra kita atau dari dapur MBG, kita berkomitmen akan memperbaiki dari sistem pengecekan bahan baku yang datang, kemudian dari pengolahan akan kita perbaiki yang lebih bagus, kemudian IPAL dan lain-lain itu pasti kita cek,” imbuhnya.

Baca Juga :   PLN NP UP Pacitan dan Warga Kembangkan Agrowisata Alpukat Berbasis Lingkungan di Sudimoro

Sementara itu, untuk sementara waktu operasional SPPG Kebondalem dihentikan. Penghentian ini dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, selain untuk mendukung proses penyelidikan, juga sebagai langkah perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.