PASURUAN - Tren hiking atau mendaki gunung kini semakin diminati berbagai kalangan, terutama anak muda. Aktivitas ini tidak lagi sekadar hobi bagi pencinta alam, tetapi telah berkembang menjadi gaya hidup yang populer di media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Di wilayah Jawa Timur, salah satu lokasi yang belakangan mencuri perhatian adalah Bukit Keciri atau yang akrab dijuluki "Bukit Premium". Terletak di kawasan Wonosengkoro, Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, bukit ini ramai dikunjungi karena jalurnya yang relatif singkat namun menyuguhkan panorama alam yang memukau.
Jalur Singkat dengan Panorama Memikat
Bukit Keciri berada di ketinggian sekitar 2.235 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karakter jalurnya yang tidak terlalu panjang menjadikannya pilihan ideal bagi pendaki pemula maupun masyarakat umum yang ingin menikmati suasana luar ruang tanpa persiapan teknis yang kompleks. Selama bulan Ramadan, lokasi ini juga diminati sebagai tempat aktivitas fisik ringan menjelang waktu berbuka.
Untuk mencapai area puncak, pengunjung hanya membutuhkan waktu mendaki sekitar satu jam. Sementara itu, berjalan kaki dari area parkir menuju titik basecamp awal hanya memerlukan waktu 12–15 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 300 meter. Jalur yang dilalui berupa jalan setapak berbatu dengan kontur menanjak landai. Pengunjung tetap diimbau menggunakan alas kaki yang sesuai guna menghindari risiko terpeleset, terutama saat kondisi tanah lembap.
Padang Sabana dan Kebun Apel
Sesampainya di basecamp awal, pengunjung yang tidak ingin melanjutkan pendakian sudah dapat menikmati hamparan padang sabana luas. Pemandangan ini berpadu apik dengan lanskap kebun apel, vegetasi pinus, serta ladang sayur milik warga sekitar. Udara pegunungan yang sejuk menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari kawasan perkotaan.
Namun, pihak pengelola mengingatkan pengunjung untuk tetap mematuhi batas area yang telah ditentukan. Terdapat papan pembatas di beberapa titik yang dilarang untuk dilintasi, terutama di kawasan Savana Guntur Loreng yang saat ini masih dalam proses rehabilitasi vegetasi. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian ekosistem agar tidak rusak akibat aktivitas wisata.
Jam Operasional dan Keamanan
Pengelola menerapkan jam operasional kunjungan mulai pukul 04.00 hingga 16.00 WIB. Sistem penjagaan dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan sekaligus mengontrol aktivitas pengunjung agar tetap sesuai aturan. Dalam kondisi cuaca ekstrem, pengelola dapat melakukan penyesuaian jam operasional sebagai langkah mitigasi risiko.
Meningkatnya popularitas Bukit Keciri menunjukkan pergeseran pola rekreasi masyarakat ke arah aktivitas luar ruang. Meski jalurnya relatif pendek, faktor keselamatan, kecukupan air minum, dan kebersihan kawasan dengan tidak meninggalkan sampah tetap menjadi tanggung jawab utama setiap pengunjung. (Mamluatus Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















