Menu
Pencarian

Bonus Atlet Porprov Kota Pasuruan Dipangkas Drastis, Acara Penghargaan Berakhir Ricuh dan 'Walkout'

Portaljtv.com - Jumat, 27 Februari 2026 07:00
Bonus Atlet Porprov Kota Pasuruan Dipangkas Drastis, Acara Penghargaan Berakhir Ricuh dan 'Walkout'
Para peraih medali, kontingen Pasuruan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di gedung Gradika pada Kamis (26/2/2026)

PASURUAN - Acara pembagian reward bagi atlet Kota Pasuruan peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 di Gedung Gradika, Kamis (26/2/2026), berakhir tidak kondusif. Buntut kekecewaan atas nilai bonus yang merosot tajam, sejumlah atlet memilih melakukan aksi walkout sebelum acara resmi berakhir.

Kekecewaan ini dipicu oleh penurunan nominal bonus yang sangat signifikan dibandingkan penyelenggaraan Porprov sebelumnya. Pemangkasan nilai penghargaan ini baru diketahui para atlet dan pelatih satu hari sebelum acara melalui pemberitaan media, bukan melalui sosialisasi resmi dari pemerintah daerah.

Rincian Pemangkasan Bonus

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah perbandingan nilai bonus yang diterima atlet:

  • Medali Emas: Dari Rp30.000.000 dipangkas menjadi Rp10.000.000.
  • Medali Perak: Dari Rp20.000.000 dipangkas menjadi Rp7.500.000.
  • Medali Perunggu: Dari Rp10.000.000 dipangkas menjadi Rp5.000.000.

Kepala Pelatih Wushu Sanda, IBCA MMA, dan Tinju kontingen Pasuruan, Coach Franky Sutedjo, menyatakan ketidakpuasannya atas kebijakan tersebut. "Terus terang saya tidak puas. Efisiensi memang dibutuhkan, tapi jangan ekstrem seperti ini. Jangan salahkan jika tahun depan atlet enggan berjuang karena mereka telah mengorbankan waktu, biaya, dan urusan pribadi demi mengharumkan nama daerah," tegas Franky.

Viral Aksi Protes Lempar Papan Simbolis

Kekecewaan para atlet semakin menjadi sorotan setelah video aksi protes mereka viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, beberapa atlet terlihat menunjukkan papan simbolis bonus dengan wajah masygul. Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, sejumlah atlet tampak melempar bahkan menginjak-injak papan simbolis tersebut di depan kamera.

Robiatul Adawiyah, peraih medali emas cabang olahraga wushu sanda, menegaskan bahwa ini bukan soal meminta belas kasihan, melainkan hak atas prestasi. “Kami tidak meminta lebih, hanya menuntut apa yang sudah dijanjikan. Penghargaan ini bukan belas kasihan, tapi hak atas prestasi yang kami persembahkan untuk Kota Pasuruan, bukan nama pribadi,” ungkapnya, Kamis malam.

Klarifikasi Wali Kota: Efisiensi Anggaran Daerah

Di hadapan ratusan atlet, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian nominal bonus dilakukan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran akibat penurunan transfer dana daerah dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat pada tahun 2026.

Meski demikian, Adi menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen mendorong sinergi antara KONI, pelatih, dan masyarakat guna memastikan pembinaan atlet tidak terhenti. Total anggaran bonus yang dialokasikan tahun ini mencapai Rp301.250.000.

Sebagai informasi, pada ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 yang digelar di Malang Raya dan Kota Batu, Kota Pasuruan menurunkan 217 atlet dan 42 pelatih. Kontingen ini berhasil membawa pulang 36 medali yang terdiri dari 6 emas, 7 perak, dan 23 perunggu. (Mamluatus Salimah)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.