Menu
Pencarian

BKSDA Pastikan Burung Migran Rusia-China Tak Rusak Tanaman

JTV Kediri - Selasa, 3 Februari 2026 15:37
BKSDA Pastikan Burung Migran Rusia-China Tak Rusak Tanaman
Sejumlah burung migran berterbangan di persawahan Tulungagung. (Foto : Beny Setiawan)

TULUNGAGUNG - Banyak masyarakat yang belum mengetahui fenomena migrasi burung dari belahan bumi utara ke wilayah Kediri hingga Tulungagung saat musim dingin. Ada anggapan burung tersebut adalah parasit, namun faktanya kawanan burung itu tidak mengganggu tanaman padi. Justru, mereka memakan serangga di sekitar persawahan.

Inilah kawanan burung migran dari belahan bumi utara yang singgah di area persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Salah satunya adalah burung Terik Asia (Glareola maldivarum). Mereka biasanya mencari makan di area persawahan yang sudah panen karena mengandung banyak serangga hingga cacing di dalam lumpur.

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri BKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra, menjelaskan kawanan burung tersebut berada di sawah mulai pagi hingga sore hari. Mereka juga terpantau di kawasan Pantai Cengkrong, Trenggalek.

“Om Dev”, sapaannya, menyatakan burung ini tidak mengganggu spesies lain karena hanya memakan serangga dan cacing kecil di area persawahan. Sehingga tidak ada kompetisi mencari makanan dengan jenis burung lokal.

Baca Juga :   Warga Digegerkan Penemuan Bayi di Sawah, Diduga Baru Dilahirkan

David menegaskan, "Kehadiran mereka sebenarnya menguntungkan petani karena menekan populasi serangga hama secara alami. Yang perlu dijaga adalah kenyamanan mereka agar tidak terusik."

Sebelumnya, BKSDA Kediri telah menggandeng mahasiswa pecinta alam UIN SATU Tulungagung untuk melakukan pengamatan. Seluruh burung migran dari utara akan menuju ke seluruh kawasan Indonesia, mulai Oktober hingga Maret mendatang.

Selama dua tahun terakhir, BKSDA telah mengidentifikasi setidaknya tujuh jenis burung migran di Tulungagung. Di antaranya adalah Cerek Kalung Kecil, Terik Asia, Kicuit Kerbau, Burung Trinil, Layang-layang Asia, Trinil Semak, serta Cerek Kernyut.

Meski belum menghitung secara keseluruhan, Om Dev menyebut pernah mendata sekitar lima ribu individu burung Terik Asia hanya di satu petak sawah di Desa Jatimulyo, Tulungagung.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ribuan burung migrasi dan tidak menangkapnya. Caranya dengan mengamati dan membiarkan mereka mencari makan di area persawahan. (Beny Setiawan)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.