GRESIK - Memasuki tahun 2026, Kabupaten Gresik semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu magnet utama investasi di Jawa Timur. Fokus pembangunan diarahkan pada sektor manufaktur dan hilirisasi mineral, seiring upaya pemerintah daerah mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Potret tersebut dibahas dalam “Jatim Joss Obrolan Spesial Seputar Jawa Timur” tayang di JTV pada Senin (02/02/26), menyoroti peluang investasi serta proyeksi pertumbuhan ekonomi Gresik 2026. Berdasarkan rencana kerja pemerintah daerah, optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi strategi utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat integrasi industri, logistik, dan teknologi modern.
Sejumlah proyek strategis terus menjadi daya tarik investor, mulai dari pengolahan tembaga, hilirisasi timah, hingga pengembangan mesin pertanian. realisasi investasi Gresik pada periode sebelumnya tercatat menembus Rp37,9 triliun dan diproyeksikan terus tumbuh, seiring beroperasinya berbagai industri besar di kawasan industri.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Gresik, Santi Wahyu Lestari, optimistis target pertumbuhan ekonomi 2026 dapat tercapai.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Optimis Dua Program Master Degree King's College London Kuatkan Kualitas SDM Jatim
“Realisasi investasi di Gresik dari tahun ke tahun grafiknya relatif naik dan ditopang masuknya industri-industri besar,” ujarnya. Ia menyebut proyeksi pertumbuhan ekonomi gresik berada di kisaran 4,7 hingga 5,2 persen.
Meski demikian, pemerintah daerah juga menyiapkan antisipasi atas melandainya realisasi investasi dari proyek-proyek besar yang telah memasuki tahap operasional penuh. salah satunya dengan mendorong masuknya industri baru di kawasan industri dan kek yang masih dalam tahap konstruksi.
Dari sisi legislatif, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Ahmad Nurhamim, menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berdampak langsung pada penyelesaian persoalan daerah, terutama pengangguran dan kemiskinan,” ucap Ahmad. DPRD, lanjutnya, terus mengawal regulasi, kepastian hukum, serta iklim usaha agar investasi berjalan kondusif.
Sementara itu, Ketua KADIN Kabupaten Gresik, Mochamad Choirul Rizal, menilai iklim perizinan di Gresik semakin mendukung dunia usaha. Menurutnya, tantangan ke depan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi hilirisasi industri dan kebutuhan teknologi.
“Kalau SDM tidak disiapkan sejak awal, peluang kerja bisa diambil tenaga dari luar,” ujar Rizal
Baca Juga : Dorong Percepatan Pertumbuhan, PLN Pasok Kebutuhan Listrik KEK Gresik
Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat daya saing Gresik sekaligus memastikan manfaat investasi dirasakan lebih merata oleh masyarakat. Dengan stabilitas makroekonomi dan dukungan infrastruktur, Gresik optimistis menjadikan 2026 sebagai momentum transformasi ekonomi yang berkelanjutan. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















