KEDIRI - Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati sarapan hangat dan menyehatkan. Bagi warga Kediri yang ingin bernostalgia dengan cita rasa kuliner zaman dulu, Warung Kak Ros di Gang 1, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota Kediri, menjadi destinasi yang tepat.
Warung sederhana ini menawarkan beraneka ragam bubur tradisional yang menggiurkan, mulai dari jenang sumsum, jenang grendul, ketan hitam, kacang hijau, mutiara, hingga kolak. Meski tempatnya tidak besar, warung ini jarang sepi pengunjung.
Keberadaan Warung Kak Ros bukan sekadar tentang menjual bubur, melainkan juga tentang menjadi ruang nostalgia. Di sini, rasa dan kenangan masa kecil bertemu dalam semangkuk bubur hangat yang menyehatkan.
Bagi para pelanggan, terutama kaum lanjut usia (lansia) atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan, jenang sumsum dan bubur kacang hijau menjadi pilihan utama. Teksturnya yang lembut dan mudah dicerna, serta kandungan energinya yang tinggi, sangat cocok untuk kondisi mereka.
“Saya biasa beli kacang hijau untuk sarapan pagi. Apalagi orang tua seperti saya, cocok sekali. Ini bubur legendaris, harganya juga masih sangat terjangkau, hanya Rp6000 per porsi,” ujar Tri Wuriani, salah seorang pelanggan.
Pemilik warung, Rosiana atau yang akrab disapa Kak Ros, mengawali usahanya pada tahun 2022 dengan niat mengisi waktu luang. “Saya menyediakan aneka bubur. Dan yang paling dicari pelanggan adalah bubur sumsum dan kacang hijau. Apalagi lansia dan orang sakit, mesti mencari bubur sumsum dan kacang hijau,” katanya.

Bisnis sederhana yang dijalankan dengan penuh ketekunan ini ternyata cukup diminati. Dalam sehari, Kak Ros mampu menjual hingga 180 porsi bubur. “Dalam sehari saya mampu menjual 170 sampai 180 porsi. Dan pelanggan dari Kediri dan sekitarnya,” tambahnya.
Dengan harga yang terjangkau dan cita rasa yang autentik, Warung Kak Ros telah menjadi cerita pagi yang selalu dinantikan oleh banyak warga. Bagi mereka, berkunjung ke sini bukan hanya untuk sekadar sarapan, tetapi juga untuk menghangatkan tubuh dan jiwa dengan kenangan manis masa lalu. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















