SURABAYA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BEM UNESA) 2026 Kabinet Khatulistiwa menggelar kegiatan Next Gen Leaders, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur ini diikuti oleh seluruh fungsionaris sebagai upaya memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menjawab tantangan disintegritas.
BEM UNESA menggandeng Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan profesional. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi, manajemen risiko, hingga komunikasi internal.
Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Biro Organisasi Setda Jatim, Heni Supartini, S.Sos., M.AP., menyampaikan materi terkait administrasi keuangan dan kesekretariatan. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya sistem administrasi yang tertib dan akuntabel sebagai fondasi organisasi.
Menurutnya, kesekretariatan memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran operasional organisasi, mulai dari pengelolaan surat, pengarsipan, hingga dokumentasi kegiatan. Selain itu, pengelolaan keuangan juga harus dilakukan secara transparan dan berbasis bukti yang sah.
“Administrasi yang tertib akan berdampak langsung pada akuntabilitas organisasi. Setiap kegiatan harus memiliki dokumen yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ahmad Hakim Jayli, M.Si., memaparkan materi terkait risk management dan problem solving. Ia menekankan bahwa organisasi mahasiswa harus mampu mengidentifikasi potensi risiko serta menyelesaikan persoalan secara sistematis.
Menurutnya, dinamika organisasi tidak lepas dari berbagai tantangan. Karena itu, kemampuan mengambil keputusan yang tepat menjadi kunci keberhasilan.
“Organisasi yang baik bukan yang tanpa masalah, tetapi yang mampu mengelola risiko dan menyelesaikan persoalan dengan tepat,” katanya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Derida Ahmad Bilhaq, S.Psi., yang membahas resolusi konflik dan komunikasi efektif. Ia menilai konflik merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun harus dikelola dengan baik.
Menurutnya, komunikasi terbuka dan empatik menjadi kunci dalam menjaga soliditas tim serta membangun kepercayaan antaranggota.
“Konflik bisa menjadi kekuatan jika diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Yang terpenting adalah bagaimana membangun saling pengertian,” tuturnya.
Ketua BEM UNESA 2026, Birbik Arya Fairuzzamani, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kualitas kepemimpinan mahasiswa. Ia menyebut tantangan disintegritas harus dijawab dengan penguatan sistem dan karakter organisasi.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan seluruh fungsionaris memiliki kapasitas dan integritas yang kuat. Kami ingin membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ke depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Next Gen Leaders, BEM UNESA 2026 berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam aktivitas organisasi sehari-hari. Dengan demikian, visi “Eskalasi Nyata untuk UNESA Berdigdaya” dapat terwujud secara konkret.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen BEM UNESA dalam mencetak generasi pemimpin muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















