PROBOLINGGO - Banjir merendam tiga dusun di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/2/2026) malam hingga Minggu (8/2/2026) dini hari. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan luapan Sungai Banyubiru dan Sungai Pajurangan, sehingga air masuk ke permukiman warga.
Tiga dusun yang terdampak banjir masing-masing Dusun Modinan 1, Dusun Modinan 2, dan Dusun Sekolahan. Ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter, merendam rumah warga dan sejumlah akses lingkungan.
Banjir mulai menggenangi permukiman sejak Sabtu malam. Meski di wilayah permukiman hanya turun hujan ringan, derasnya hujan di kawasan hulu membuat debit air sungai meningkat dengan cepat hingga meluap ke pemukiman.
Salah satu warga Dusun Modinan 1, Indah, mengatakan banjir kali ini merupakan kejadian keempat sejak musim hujan mulai Januari 2026. Sejumlah warga terpaksa mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Baca Juga : Tiga Jembatan Putus diterjang Banjir di Probolinggo
“Air sungai meluber dan masuk ke rumah. Sejak Januari ini sudah empat kali banjir. Debit sungai terus naik, warga ketakutan dan terpaksa memindahkan harta benda seperti motor, mobil, dan surat-surat penting," ujar Indah.
Hingga minggu dini hari, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, Koramil Gending, serta staf Kecamatan Gending bersiaga di lokasi dengan melakukan patroli keliling permukiman warga. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan banjir serta memastikan keselamatan warga terdampak.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Hingga minggu siang, air banjir sudah mulai surut, namun debit air sungai masih tinggi. BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dan banjir di wilayah tersebut tercatat telah terjadi berulang kali sejak awal tahun. (*)



















