PACITAN - Kabupaten Pacitan kembali bersiap menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional. Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan rencananya menghadirkan sejumlah tokoh dunia ke Museum dan Galeri SBY*Ani pada tahun depan. Para tokoh global tersebut dijadwalkan membahas berbagai isu strategis mulai dari geopolitik, ekonomi, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.
Agenda prestisius ini akan digelar sembari menunggu rampungnya pembangunan Goed President Hotel, hotel berbintang yang groundbreaking-nya telah dilakukan SBY bersama Hermanto Tanoko beberapa waktu lalu. Hotel tersebut diproyeksikan menjadi ikon baru Pacitan dan pusat kegiatan internasional di masa mendatang.
“Insyaallah nanti tahun depan kita akan mulai dari Museum dan Galeri SBY*Ani. Setelah Goed President Hotel berdiri, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di sana. Pacitan harus siap menjadi tuan rumah diskusi dan pertemuan kelas dunia,” ujar SBY pada saat groundbreaking Goed President Hotel.
Rencana hadirnya tokoh global ini disambut antusias berbagai kalangan. Museum dan Galeri SBY*Ani yang selama ini menjadi pusat seni, budaya, dan sejarah keluarga SBY, akan difungsikan sebagai ruang dialog internasional, lengkap dengan forum publik, pameran tematik, hingga sesi inspiratif untuk generasi muda.
Baca Juga : Sinyal Keras Kejari Pacitan, Sebut Penindakan Tipikor Tak Pandang Bulu
Kegiatan ini diperkirakan akan membawa dampak besar bagi Pacitan, mulai dari peningkatan citra daerah, pertumbuhan pariwisata, hingga peluang kerja sama global. Kehadiran Goed President Hotel yang masih dalam tahap pembangunan disebut akan memperkuat kesiapan Pacitan dalam menyelenggarakan acara skala internasional secara berkelanjutan.
“Pacitan punya potensi besar. Kita ingin membawa wawasan dunia ke sini dan menjadikan daerah ini sebagai tempat lahirnya gagasan-gagasan besar bagi masa depan,” kata SBY.
Dengan kombinasi museum sebagai pusat kegiatan awal dan Goed President Hotel sebagai tindak lanjut, Pacitan diproyeksikan menjadi magnet baru perhelatan global di Indonesia. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan




















