Menu
Pencarian


6.582 Gempa Tercatat Lima Tahun, BMKG Jadikan Pacitan Prioritas Penguatan Mitigasi

JTV Pacitan - Jumat, 17 Juli 2026 10:14
6.582 Gempa Tercatat Lima Tahun, BMKG Jadikan Pacitan Prioritas Penguatan Mitigasi
BMKG Jadikan Pacitan prioritas hadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami dengan sekolah lapang. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jumat. Kegiatan bertema "Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045" itu bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan, Pacitan merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami karena berada di pesisir selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan zona subduksi atau megathrust.

"Kabupaten Pacitan merupakan wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami karena lokasinya berhadapan langsung dengan zona subduksi atau megathrust. Selama periode 2021 hingga 2025, BMKG mencatat ada 6.582 kejadian gempa bumi di wilayah Pacitan dan sekitarnya, dengan 25 kejadian di antaranya dirasakan masyarakat. Ini menunjukkan aktivitas kegempaan di Pacitan sangat tinggi," ujarnya Jum'at (17/07) pagi.

Ia mengingatkan, catatan sejarah juga menunjukkan Pacitan pernah diterjang gempa besar yang memicu tsunami pada tahun 1840 dan 1859, serta gempa merusak berkekuatan besar pada 27 September 1937 yang menyebabkan sekitar 2.200 rumah roboh dan menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting mengapa budaya sadar bencana harus terus dibangun melalui edukasi dan pelatihan kepada masyarakat.

Baca Juga :   6.582 Gempa Tercatat Lima Tahun, BMKG Jadikan Pacitan Prioritas Penguatan Mitigasi

"Gempa dan tsunami belum dapat diprediksi kapan terjadinya. Tetapi kesiapsiagaan bisa kita bangun dan kita latih sejak dini. Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami menjadi sarana agar masyarakat memahami potensi ancaman di wilayahnya sekaligus mengetahui langkah penyelamatan yang benar ketika bencana terjadi," katanya.

Faisal juga mengapresiasi Desa Sidomulyo yang dinilai memiliki kesiapsiagaan lebih baik dibanding banyak wilayah pesisir lainnya. Selain memiliki dua sirene peringatan dini mandiri yang dibangun masyarakat, desa tersebut juga telah meraih predikat Desa Tangguh Bencana Tsunami Tingkat Utama dari BNPB pada 2024.

"Desa Sidomulyo telah memiliki kapasitas yang kuat untuk diusulkan menjadi Tsunami Ready Community yang diakui UNESCO. Saat ini Indonesia memiliki 29 komunitas tsunami siap, dan kami berharap Sidomulyo menjadi yang ke-30," ungkapnya.

Baca Juga :   BPBD Pacitan Siaga Hadapi Kekeringan, Pengajuan Bantuan Air Bersih Masih Nihil

Ia menambahkan, penyelenggaraan SLG di Pacitan tahun ini merupakan yang ketujuh sejak 2016. Hal tersebut menunjukkan Pacitan menjadi salah satu daerah prioritas BMKG dalam penguatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Sementara itu, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang kembali memilih Pacitan sebagai lokasi penyelenggaraan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami. Menurutnya, letak geografis Pacitan yang berada di kawasan pesisir selatan Jawa serta berdekatan dengan zona megathrust membuat kesiapsiagaan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

"Kita hidup di tanah yang indah namun rapuh. Gempa bumi bukan sekadar catatan sejarah, tetapi kenyataan yang terus kita rasakan. Ditambah dengan keberadaan sesar lokal aktif dan kedekatan dengan zona megathrust, maka kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban," tegas Gagarin.

Baca Juga :   Festival Ronthek Pacitan 2026 Usung Konsep Panggung Berjalan, Penjurian Sepanjang Jalur

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menghadapi bencana. "Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini mari kita perkuat pengetahuan, keterampilan, dan respons cepat dalam menghadapi bencana. Dengan semangat gotong royong, kita bangun kolaborasi dari tingkat desa hingga kabupaten agar masyarakat Pacitan semakin tangguh menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami," pungkasnya. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.