Surabaya, Banyu Urip - Setelah kurang lebih satu bulan berinteraksi dan menjalankan berbagai program bersama masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sustainable Development Goals (SDGs) Kelompok 9 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menutup rangkaian pengabdian di Kelurahan Banyu Urip, Surabaya. Agenda penutupan tersebut dihadiri oleh Lurah Banyu Urip, Kasi Kamtibmas, Dosen Pendamping Lapangan (DPL), serta jajaran RW 06 hingga RW 08. Kegiatan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pelaksanaan program kerja sekaligus menyampaikan berbagai capaian selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Memaparkan Hasil, Merefleksikan Pengabdian Berbeda dengan sekadar seremoni penutup, agenda tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan program yang telah dirancang dan dilaksanakan selama berada di Banyu Urip. Dalam pemaparan, mahasiswa menyampaikan berbagai program kerja yang telah dijalankan dengan melibatkan masyarakat di sejumlah wilayah RW. Program-program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan yang ditemukan selama proses observasi di lingkungan Kelurahan Banyu Urip. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa tidak hanya menunjukkan apa yang telah dilakukan, tetapi juga bagaimana program-program tersebut dapat memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi masyarakat. Keterlibatan perangkat kelurahan, DPL, serta jajaran RW 06, RW 07, dan RW 08 turut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Kehadiran berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatan mahasiswa menjadi penanda bahwa pelaksanaan KKN tidak berdiri sendiri, melainkan berlangsung melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah wilayah, dan masyarakat. Satu Bulan yang Diabadikan dalam After Movie Usai pemaparan program kerja, suasana penutupan beralih menjadi lebih emosional ketika mahasiswa menayangkan video after movie yang merangkum perjalanan mereka selama kurang lebih satu bulan di Banyu Urip. Potongan-potongan kegiatan, interaksi dengan masyarakat, pelaksanaan program kerja, hingga berbagai momen kebersamaan ditampilkan kembali dalam sebuah rangkaian visual. Video tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat kembali proses yang telah dilalui mahasiswa bersama masyarakat. Berbagai aktivitas yang sebelumnya berlangsung sebagai rutinitas selama KKN kembali dihadirkan dalam bentuk visual dalam satu tayangan. Tawa, kesibukan menjalankan program, kebersamaan bersama warga, hingga momen-momen sederhana selama berada di lapangan menjadi bagian dari cerita yang terangkum dalam video tersebut. Bagi mahasiswa, after movie menjadi semacam penanda bahwa perjalanan pengabdian yang berlangsung selama satu bulan telah sampai pada penghujungnya. Namun, berakhirnya masa KKN tidak serta-merta menghapus pengalaman dan hubungan yang telah terbentuk selama berada di tengah masyarakat. Bukan Sekadar Penutupan Satu bulan menjadi waktu yang relatif singkat untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, keberhasilan KKN tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah program yang terlaksana, tetapi juga dari pengetahuan, pengalaman, serta potensi keberlanjutan yang ditinggalkan setelah mahasiswa kembali ke kampus. Program-program yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing. Agenda penutupan pun menjadi titik akhir sekaligus pengingat bahwa pengabdian bukan hanya tentang kehadiran mahasiswa selama satu bulan. Lebih dari itu, KKN menjadi proses belajar dua arah, mahasiswa belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung, sementara masyarakat memperoleh gagasan dan pengetahuan yang diharapkan dapat terus dikembangkan. Ketika layar after movie berakhir, rangkaian kegiatan KKN Kelompok 9 secara resmi turut berakhir. Namun, cerita yang terbentuk selama satu bulan di Banyu Urip meninggalkan sesuatu yang lebih panjang dari sekadar dokumentasi: pengalaman, hubungan, dan harapan agar program yang telah dimulai dapat terus tumbuh bersama masyarakat. Penulis: Ardhena Vareldio Pratama Hadianto



















