Inovasi mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura bersama TPS3R Buluharjo mengubah abu sisa pembakaran sampah menjadi batako ramah lingkungan bernilai ekonomi.
Magetan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan inovasi pemanfaatan abu sisa pembakaran sampah menjadi batako ramah lingkungan bertajuk ECO-BLOCK bersama Ketua TPS3R Buluharjo, Arif, dan para pekerja TPS3R di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang didampingi oleh Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL).
Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan abu sisa pembakaran sampah yang selama ini masih menjadi residu di TPS3R agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui inovasi ECO-BLOCK, abu tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran pembuatan batako sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk konstruksi yang ramah lingkungan.
Proses pembuatan ECO-BLOCK dilakukan bersama para pekerja TPS3R, mulai dari pencampuran abu sisa pembakaran sampah dengan semen, pasir, dan air menggunakan komposisi yang telah disesuaikan, kemudian dicetak, dipadatkan, dan dikeringkan hingga menghasilkan batako yang siap digunakan.
Muhammad Yusuf Bahtiar, Selaku Penanggung Jawab, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
"Melalui inovasi ECO-BLOCK, kami ingin menunjukkan bahwa abu sisa pembakaran sampah masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai. Harapannya, inovasi ini dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Buluharjo," ujarnya.
Sementara itu, Arif selaku Ketua TPS3R Buluharjo mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN.
"Kami sangat mengapresiasi inovasi ECO-BLOCK yang dibawa mahasiswa KKN. Selama ini abu sisa pembakaran sampah masih menjadi residu yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan adanya inovasi ini, kami berharap abu tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sehingga tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui produk yang memiliki nilai jual," ungkapnya.
Di sisi lain, Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si. berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak berhenti pada tahap uji coba, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
"KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Inovasi ECO-BLOCK merupakan salah satu contoh bagaimana limbah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Harapannya, inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu potensi unggulan Desa Buluharjo," jelasnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kolaboratif Universitas Trunodjoyo Madura, TPS3R Buluharjo, dan masyarakat, inovasi ECO-BLOCK diharapkan menjadi solusi dalam pemanfaatan abu sisa pembakaran sampah sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular, sehingga limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Buluharjo. (*)



















