PROBOLINGGO - Aksi pembobolan sebuah toko audio di Jalan Raya Probolinggo-Lumajang, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, berakhir tragis. Seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian tewas setelah dihajar massa.
Pria tersebut berinisial EJR (45) warga Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Sebelum meninggal dunia, EJR sempat diamankan polisi dan dilarikan ke Rumah Sakit Wonolangan, Dringu, untuk mendapatkan perawatan.
Namun, setelah menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong. Jenazah EJR kemudian dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk kepentingan visum.
Aksi pembobolan toko audio tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) dini hari. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat membawa senter dan masuk ke dalam toko melalui bagian atap.
Pemilik toko, Erno, 46 tahun, warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces, mengetahui tokonya dibobol setelah menerima notifikasi dari kamera CCTV yang terhubung ke telepon selulernya.
Masuni, keluarga pemilik toko, mengatakan pemilik toko langsung mengetahui adanya aktivitas mencurigakan setelah melihat rekaman CCTV.
“Pemilik mengetahui tokonya dibobol dari notifikasi CCTV yang tersambung ke HP,” ujar Masuni.
Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak berusaha menghindari sorotan kamera. Senter yang dibawanya beberapa kali diarahkan ke CCTV.
Pelaku bahkan menggunakan pipa besi untuk mengarahkan kamera CCTV ke atas agar wajahnya tidak terlihat.
“Pelaku sempat mengarahkan CCTV ke atas menggunakan pipa besi. Kemungkinan dia berusaha agar wajahnya tidak terekam,” kata Masuni.
Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil. CCTV yang sudah tersambung dengan ponsel pemilik membuat aktivitas pelaku tetap diketahui.
“Pelaku mungkin lupa kalau CCTV-nya tersambung ke HP pemilik toko. Jadi pemilik tetap bisa mengetahui apa yang terjadi di dalam toko,” lanjutnya.
Setelah mengetahui tokonya dibobol, pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Warga bersama anggota kepolisian kemudian mendatangi dan mengepung toko saat pelaku masih berada di dalam.
Situasi berubah ketika pelaku berusaha melarikan diri. Dalam kondisi panik, pelaku keluar melalui bagian atap dan kemudian melompat hingga jatuh di tengah kerumunan massa.
Massa yang berada di sekitar lokasi kemudian mengamuk dan melakukan pengeroyokan terhadap pelaku.
Polisi yang berada di lokasi langsung berusaha menyelamatkan pelaku dari amukan warga. Pelaku kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Wonolangan, Dringu.
Namun, setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi pelaku memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar mengatakan, fokus awal petugas di lokasi adalah menyelamatkan pelaku dari amukan massa dan membawanya ke rumah sakit.
“Fokus pertama kami adalah menyelamatkan pelaku dari amukan massa dan membawa yang bersangkutan ke rumah sakit,” ujar AKP I Made Kembar.
Menurut polisi, dugaan sementara pelaku pencurian berjumlah dua orang. Satu orang di antaranya telah berhasil diamankan.
“Untuk dugaan pelaku ada dua orang. Satu sudah diamankan,” kata I Made Kembar.
Setelah pelaku meninggal dunia, polisi melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap secara utuh aksi pembobolan tersebut.
Tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa bagian toko yang diduga menjadi akses masuk pelaku.
Petugas juga memeriksa sejumlah barang bukti dan mencari kemungkinan adanya sidik jari yang dapat membantu mengungkap keterlibatan pelaku lainnya.
“Tim Inafis masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” ujar I Made Kembar.
Hingga Senin siang, polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Polisi juga masih memastikan kronologi masuknya pelaku ke dalam toko serta mengidentifikasi bukti-bukti yang ditemukan di lokasi. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















