KABUPATEN MALANG - Portal jtv – Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Malang melakukan panen perdana melon hidroponik hasil Program Pendayagunaan Bidang Pertanian di Pondok Pesantren Ar Rosyidin, Desa Sambiroto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada pekan ini.

Panen dilakukan setelah program resmi dijalankan sejak bulan Ramadan lalu. Jarak antara peresmian program dengan masa panen pertama adalah 66 hari.
Lahan yang digunakan untuk greenhouse melon hidroponik seluas 11 meter x 50 meter. Lahan tersebut merupakan milik Pondok Pesantren Ar Rosyidin. Pendanaan program berasal dari YDSF Malang.

Jenis melon yang ditanam adalah sweet lavender dengan sistem hidroponik. Jumlah tanaman sebanyak 1.100 batang dalam satu siklus tanam. Perkiraan hasil panen mencapai 2,5 ton per masa panen.
Pengasuh Pondok Pesantren Ar Rosyidin, Ustaz Elianto, menjelaskan bahwa sistem hidroponik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem tanam konvensional.

"Perawatan lebih mudah dan masa panen lebih cepat," kata Elianto.
Elianto menambahkan bahwa kondisi cuaca panas justru menguntungkan pertumbuhan melon hidroponik.
"Pada musim panas, tanaman lebih cepat menyerap air. Akibatnya, buah cepat besar dan rasa manisnya meningkat," ujar Elianto.

Hasil panen dijual kepada para donatur yang dilibatkan secara langsung. Donatur dipersilakan memetik sendiri melon dari pohonnya. Setelah dipetik, donatur menimbang hasil panennya di tempat yang telah disediakan. Donatur kemudian membayar sesuai dengan berat yang diperoleh.
Mekanisme panen mandiri ini, menurut Elianto, bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada donatur serta memastikan transparansi berat dan harga.
Apabila masih terdapat sisa panen yang tidak terjual kepada donatur, hasil pertanian tersebut akan dijual kepada masyarakat sekitar atau kepada tengkulak. Harga jual kepada tengkulak menyesuaikan dengan harga pasar setempat.

Manager Pendayagunaan YDSF Malang, Khabib Qhoiril Akbar, menyatakan bahwa program ini merupakan greenhouse melon hidroponik kedua yang dimiliki dan dikelola oleh YDSF Malang.
"Program pertama telah berjalan sebelumnya. Program kedua ini bekerja sama dengan Ponpes Ar Rosyidin Donomulyo," ujar Khabib.
Khabib menjelaskan bahwa skema kerja sama antara YDSF Malang dan pondok pesantren adalah sistem bagi hasil. Keuntungan dari hasil panen melon akan dibagi sesuai kesepakatan. Bagian keuntungan yang diterima pondok pesantren digunakan untuk memberdayakan kebutuhan operasional pondok.

Kebutuhan operasional yang dimaksud meliputi biaya santri, pemeliharaan fasilitas, dan kegiatan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Ar Rosyidin.
Khabib menambahkan bahwa program pendayagunaan ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga untuk melibatkan pondok pesantren sebagai mitra utama dalam pengelolaan lahan produktif.
Hingga berita ini diturunkan, proses panen telah selesai dilakukan. YDSF Malang dan pihak pondok pesantren sedang mempersiapkan siklus tanam berikutnya dengan jumlah tanaman yang tidak berubah, yaitu 1.100 batang. (Aan)
Editor : JTV Malang



















