KEDIRI - Penonaktifan belasan juta kartu BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Kementerian Sosial mulai berdampak di daerah. Di Kota Kediri, sejumlah warga mengeluhkan terhambatnya proses pengobatan akibat kartu BPJS mereka mendadak tidak aktif.
Satu per satu warga mendatangi Kantor Dinas Sosial Kota Kediri, Kamis siang (12/2). Kedatangan mereka hanya untuk satu tujuan: mengaktifkan kembali atau reaktivasi kartu BPJS PBI yang tiba-tiba dinonaktifkan pemerintah.
Kebijakan pusat pada awal Februari ini membuat warga bingung dan panik. Seperti yang dirasakan Ika Tri Ratna Sari, warga Kota Kediri. Ia mengaku kesulitan membawa ayahnya berobat karena kartu jaminan kesehatan milik keluarganya mati.
Padahal, kartu tersebut sangat dibutuhkan untuk pengobatan rutin sang ayah yang menderita kanker prostat, hernia, hingga vertigo. Akibat kendala administrasi ini, proses pengobatan jadi terhambat karena warga harus terlebih dahulu mengurus reaktivasi di Dinas Sosial.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial Kota Kediri mencatat ada sekitar lima ribu lebih kartu BPJS milik warga Kota Kediri yang dinonaktifkan pusat. Hingga saat ini, sudah ada enam ratus lebih warga yang melakukan proses reaktivasi dan 454 di antaranya sudah aktif.
Sebelumnya, Kementerian Sosial menonaktifkan 13,5 juta kepesertaan BPJS PBI di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diambil dalam rangka pembaruan data DTKS agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















