JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan penanganan serta pemulihan pascagempa bermagnitudo 7,7 berjalan optimal di lapangan. Dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan pada hari Kamis (20/8/2026), Wapres Gibran didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).
Kehadiran para mahasiswa ini memegang peranan krusial untuk mendampingi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan anak-anak, dalam menghadapi trauma psikologis pascabencana. Pemerintah menilai bahwa proses pemulihan pascagempa tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik dan pemenuhan logistik semata, melainkan juga harus memperhatikan aspek pemulihan mental warga.

Peran Mahasiswa dalam Pemulihan
Baca Juga : Atas Instruksi Presiden Prabowo, 253 Ton Bantuan Logistik Dikirim untuk Korban Bencana NTT
Keterlibatan mahasiswa Psikologi UI dalam rombongan kenegaraan ini membuka ruang partisipasi bagi generasi muda untuk mengaplikasikan ilmu dan keahlian mereka secara langsung di lokasi bencana. Melalui program pemulihan trauma (trauma healing) yang terstruktur, para mahasiswa diharapkan mampu membantu masyarakat setempat meredakan kecemasan, ketakutan, serta tekanan mental akibat guncangan gempa besar yang melanda wilayah Flores dan sekitarnya.
Langkah ini mencerminkan semangat gotong royong yang melibatkan berbagai elemen bangsa, mulai dari jajaran pemerintah pusat, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga dunia akademis. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kunci utama agar proses adaptasi dan kebangkitan sosial warga di daerah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan komprehensif.
Peninjauan Wilayah Terdampak
Baca Juga : Tinjau Korban Gempa NTT, Menkeu dan Komisi XI DPR Pastikan Bantuan Pemulihan Terus Berlanjut
Selama lawatannya di Nusa Tenggara Timur, Wapres Gibran dijadwalkan untuk meninjau langsung sejumlah titik parah yang tersebar di beberapa kabupaten, di antaranya Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas pelayanan dasar masyarakat serta distribusi bantuan darurat dapat tersalurkan dengan tepat sasaran tanpa kendala berarti.
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui instruksi Presiden Prabowo Subianto telah menggerakkan pengiriman logistik secara masif. Berdasarkan laporan Sekretariat Kabinet, total bantuan logistik yang berhasil dikirimkan hingga hari kelima pascabencana telah mencapai 253 ton. Bantuan tersebut mencakup pasokan makanan, air minum, tenda pengungsian, hingga perlengkapan kesehatan yang didistribusikan melalui dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere guna menjangkau seluruh kabupaten yang terisolasi.
Komitmen Jangka Panjang
Baca Juga : 1.273 Petani Terima Bantuan 78,8 Ton Pupuk Non-Subsidi
Kehadiran langsung pemimpin negara di tengah masyarakat yang sedang berduka menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara nyata dalam setiap fase darurat hingga pemulihan. Pemerintah menyadari bahwa tantangan di wilayah kepulauan seperti NTT memerlukan penanganan yang adaptif terhadap kondisi geografis yang berat dan menantang.
Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, relawan kemanusiaan, dan masyarakat lokal, diharapkan seluruh proses rehabilitasi infrastruktur maupun pemulihan psikologis dapat berjalan beriringan. Upaya terpadu ini tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi sosial dan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















