TRENGGALEK - Longsor yang menerjang jalur nasional Trenggalek–Ponorogo di kilometer 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, mendapat sorotan serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyebut keberadaan sawah di atas lereng menjadi salah satu faktor pemicu tingginya risiko bencana di lokasi tersebut.
Usai meninjau lokasi longsor, Emil menjelaskan bahwa kondisi lereng di kawasan itu memang rentan. Di bagian atas lereng, terdapat area persawahan yang secara alami didesain untuk menyimpan air. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan upaya menjaga stabilitas lereng.
"Struktur tanah di sini merupakan batuan vulkanik muda yang mudah rontok. Kalau di atasnya ada sawah yang menampung air, ya risiko longsornya makin tinggi," ujar Emil, Kamis (5/3/2026).
Menurut Emil, kombinasi antara struktur tanah yang rapuh dan resapan air dari sawah memicu potensi rock fall atau jatuhnya batu, serta terbentuknya bidang licin yang memperbesar risiko longsor susulan.
Baca Juga : Longsor di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Akses Masih Tertutup Total
Pemprov Jatim saat ini tengah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi warga yang terdampak, baik dari sisi tempat tinggal maupun mata pencaharian. Langkah ini untuk menentukan area-area mana saja yang masuk kategori risiko tinggi terhadap bencana.
Selain pemetaan, pemerintah juga menekankan pentingnya pembangunan saluran drainase yang memadai. Tujuannya agar air tidak meresap ke dalam tanah di sekitar badan jalan. Aliran air diharapkan bisa dialihkan melalui saluran cross drain sehingga tidak memicu retakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor susulan.
"Penanganan harus serius dan menyeluruh. Jangan hanya memperbaiki dampaknya, tapi juga mencegah penyebabnya," tegas Emil.
Baca Juga : Jalur Trenggalek-Ponorogo Lumpuh Total! Batu Raksasa Timbun Jalan, Warga Putar Balik
Longsor di jalur nasional yang menghubungkan Trenggalek dan Ponorogo ini sempat memutus akses transportasi selama beberapa jam. Petugas masih terus bekerja untuk membersihkan material dan memastikan jalur aman dilalui kendaraan.(Moch. Herlambang)
Editor : JTV Kediri



















