Kabar membanggakan datang dari dunia konservasi internasional. Aktivis lingkungan asal Indonesia, Farwiza Farhan, resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan Perpetual Planet Pioneering Laureate 2026 dari Rolex. Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi tak kenal lelah Farwiza dalam menjaga kelestarian Ekosistem Leuser di Sumatra.
Penghargaan ini merupakan bagian dari Rolex Perpetual Planet Initiative, sebuah inisiatif global yang memberikan dukungan bagi para ilmuwan, peneliti, dan aktivis yang berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan bumi serta mengatasi tantangan lingkungan global.
Penjaga Paru-Paru Dunia
Farwiza Farhan telah lama menjadi figur kunci dalam upaya perlindungan hutan hujan tropis di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara. Ekosistem Leuser sendiri bukan sekadar hutan biasa; kawasan ini adalah salah satu hutan hujan tropis paling krusial di dunia.
Baca Juga : Tiga ABK Kapal Diadili Atas Kasus Penyelundupan Satwa Langka Papua
Leuser merupakan satu-satunya tempat di bumi di mana empat spesies ikonik—Gajah Sumatra, Harimau Sumatra, Orangutan Sumatra, dan Badak Sumatra—hidup berdampingan di alam liar. Namun, kawasan ini terus terancam oleh deforestasi dan alih fungsi lahan. Melalui advokasi kebijakan serta gerakan akar rumput, Farwiza gigih melawan ancaman tersebut.
Pendekatan Partisipatif: Melibatkan Masyarakat Lokal
Kekuatan perjuangan Farwiza terletak pada pendekatannya yang melibatkan masyarakat lokal. Ia percaya bahwa konservasi tidak akan berhasil tanpa keterlibatan warga setempat. Farwiza aktif memberdayakan komunitas, termasuk kelompok perempuan, untuk menjadi "mata dan telinga" dalam memantau kondisi hutan serta menjaga keanekaragaman hayati dari ancaman perusakan.
"Perjuangan melindungi Leuser adalah perjuangan melawan waktu. Menjaga hutan bukan hanya soal melindungi pohon, melainkan menjaga ruang hidup bagi satwa langka dan masa depan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada alam."
Rekam Jejak Konservasi Berkelas Dunia
Penghargaan dari Rolex ini menambah deretan pengakuan internasional yang telah diraih Farwiza. Sebelumnya, ia telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang di panggung dunia:
- 2022: Menerima National Geographic Wayfinder Award dan masuk dalam daftar TIME100 Next sebagai tokoh berpengaruh dunia.
- 2024: Dianugerahi Ramon Magsaysay Award kategori Emergent Leadership yang kerap dijuluki sebagai "Nobel Asia".
Penghargaan dari Rolex ini diharapkan mampu memperluas dukungan global dan memperkuat berbagai program konservasi yang sedang berjalan. Di tengah krisis iklim yang kian mengancam, kisah Farwiza Farhan menjadi bukti bahwa aksi nyata dari seorang individu mampu memberikan dampak besar bagi masa depan bumi. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















