KOTA BATU - PortalJTV – Uji coba destinasi wisata baru Mikutopia di Kota Batu menuai sorotan tajam. Lonjakan pengunjung yang tak terkendali memicu kemacetan, mengungkap lemahnya manajemen akses dan parkir, hingga berujung pada insiden meninggalnya seorang pengunjung.
Diketahui, uji coba (trial opening) Mikutopia berlangsung pada 14 hingga 20 Maret 2026. Namun, tingginya antusiasme masyarakat pasca viral di media sosial membuat jumlah pengunjung membludak, bahkan setelah masa uji coba berakhir.
Kondisi tersebut memicu kepadatan arus lalu lintas. Pada Jumat (20/3/2026), akses menuju lokasi sempat mengalami krodit akibat penumpukan kendaraan di jalur masuk. Sistem keluar-masuk yang masih menggunakan satu pintu dinilai menjadi titik krusial terjadinya kemacetan.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengakui kondisi tersebut dan menyebut desain akses yang belum ideal sebagai faktor utama.
“Pintu masuknya belum ideal, masih in-out satu jalur. Ini akan kami masukkan dalam rekomendasi Amdal lalin,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
Tak hanya akses, keterbatasan kapasitas parkir juga memperparah situasi. Banyak kendaraan roda empat terpaksa parkir di bahu jalan, sehingga mempersempit badan jalan dan memperlambat arus lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Batu, Kevin Ibrahim, menyebut kondisi di lapangan sempat membutuhkan penanganan ekstra.
“Sempat terjadi krodit pada puncak libur Lebaran karena arus terhambat di jalur keluar-masuk wisata. Namun kondisi tersebut sudah berhasil kami urai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan, menegaskan bahwa persoalan ini menjadi catatan penting bagi pengelola.
“Ini masih tahap uji coba. Semua persyaratan Amdal lalin harus dipenuhi sebelum operasional penuh. Nanti akan kami evaluasi kembali,” tegasnya saat ditemui dalam kegiatan pengecekan pos pengamanan.
Di tengah persoalan tersebut, insiden tragis turut terjadi. Peristiwa itu terjadi setelah masa uji coba, tepatnya pada Senin (23/3/2026), ketika seorang pengunjung perempuan, Suyati (44), pingsan saat mengantre tiket masuk.
Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kasat Reskrim Polres Batu, Joko Suprianto, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pihak keluarga,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kerap mengalami pingsan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan kejadian tersebut sebagai kematian wajar.
Rangkaian peristiwa ini menjadi alarm serius bagi pengelola Mikutopia. Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa uji coba bukan sekadar membuka destinasi, tetapi memastikan seluruh aspek keselamatan, kapasitas, dan manajemen operasional benar-benar siap.
Tanpa pembenahan menyeluruh, euforia wisata dikhawatirkan justru berpotensi menimbulkan risiko, baik bagi pengunjung maupun citra pariwisata Kota Batu secara keseluruhan.
Editor : JTV Malang



















