Menu
Pencarian

Tsurayya Flexi School Bekali Santri Public Speaking, Cetak Pemimpin Qurani Percaya Diri

JTV Malang - Sabtu, 28 Februari 2026 07:18
Tsurayya Flexi School Bekali Santri Public Speaking, Cetak Pemimpin Qurani Percaya Diri
Suasana Diklat Public Speaking Speak With Confidence di Tsurayya Flexi School bersama Malang Public Speaking yang diikuti 23 santri kelas 4–6 di Kota Malang.

KOTA MALANG - Lembaga pendidikan berbasis flexischooling di Kota Malang, Tsurayya Flexi School, menggelar Diklat Public Speaking bagi para santri sekolah dasar. Pelatihan bertema Speak With Confidence ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan dan rasa percaya diri sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi Qurani yang adaptif dan mandiri.

Sebanyak 23 santri kelas 4, 5, dan 6 mengikuti pelatihan yang dikemas interaktif dan penuh semangat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Malang Public Speaking, menghadirkan Master Trainer bersertifikasi BNSP, Hasyim Ashari.

Dalam pemaparannya, Coach Hasyim menegaskan bahwa usia sekolah dasar merupakan fase krusial dalam menanamkan keberanian berbicara di depan umum.

“Usia sekolah dasar adalah usia penting untuk mulai menanamkan dan melatih anak-anak percaya diri di depan umum. Untuk bisa percaya diri, mereka harus mengenali diri sendiri, mengenali kelebihannya, memahami emosinya, dan pada akhirnya mengenali audiensnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara Tsurayya Flexi School dan Malang Public Speaking menjadi langkah konkret membekali santri dengan keterampilan komunikasi sejak dini.

“Alhamdulillah hari ini kita memberikan pelatihan kepada santri kelas 4, 5, dan 6 dengan tema Speak With Confidence. Kami membagikan lima tips agar mereka bisa tampil percaya diri di depan umum,” jelasnya.

Lima kunci tersebut meliputi tampil berenergi, menggunakan smiling voice, memaksimalkan vokal dan artikulasi, ekspresif saat menyampaikan pesan, serta penggunaan body language atau bahasa tubuh yang positif.

“Pertama, tampil berenergi. Antusiasme itu menular. Kedua, smiling voice, berbicara sambil tersenyum agar terkesan ramah dan mudah diterima. Ketiga, vokal dan artikulasi harus maksimal supaya pesan mudah diingat. Keempat, ekspresif sesuai pesan yang disampaikan. Dan kelima, pahami bahasa tubuh karena itu sangat mendukung penampilan,” paparnya.

Menurutnya, pembiasaan public speaking sejak dini penting untuk mencegah rasa minder saat anak memasuki usia remaja.

“Banyak anak seusia SMP mulai merasa malu berbicara di depan umum. Jika public speaking sudah ditanamkan sejak kecil, dampaknya ketika mereka besar akan jauh lebih percaya diri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Tsurayya Flexi School, Fandi Rezian P.G., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun karakter dan kemampuan komunikasi peserta didik.

“Kegiatan public speaking hari ini adalah salah satu ikhtiar kami yang berkolaborasi dengan Malang Public Speaking. Tujuannya menyiapkan peserta didik yang mampu menuangkan gagasan, ide, dan kreativitasnya dalam bentuk pembicaraan yang mudah dipahami orang lain. Tentunya untuk meng-upgrade kemampuan komunikasi mereka,” ungkapnya.

Ia menegaskan, di Tsurayya, capaian akademik bukan satu-satunya orientasi. Melainkan juga karakter yang kuat agar para santri bisa menjadi pemimpin Qurani di masa depan. 

“Di Tsurayya, kami tidak hanya mengejar nilai. Kami ingin anak-anak memiliki karakter kuat, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin Qurani di masa depan,” tegasnya.

Antusiasme juga dirasakan para peserta. Salah satunya, santri kelas 5, Fazluna Hasnamudhia Anugra, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa mengikuti diklat ini. Saya belajar bagaimana tampil dengan percaya diri, bagaimana bahasa tubuh yang benar, intonasi, kecepatan suara, dan lain-lain. Awalnya saya grogi, tapi setelah diajari tekniknya jadi lebih berani,” tuturnya.

Tak hanya menerima teori, para santri juga langsung mempraktikkan materi dalam kelompok kecil dengan membawakan presentasi berdasarkan delapan dimensi profil lulusan sekolah. Seluruh sesi direkam secara digital sebagai bahan evaluasi, sehingga siswa dapat melihat dan memperbaiki penampilan mereka secara mandiri.

Konsep flexischooling yang diterapkan Tsurayya memadukan kurikulum kesetaraan resmi dengan penguatan karakter diniyah serta pengembangan bakat berbasis minat siswa. Pelatihan public speaking ini menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan mental dan spiritual.

Melalui pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan personal, Tsurayya Flexi School berkomitmen mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta siap tampil sebagai pemimpin masa depan yang percaya diri. (Rafli)

Editor : JTV Malang





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.