PAMEKASAN - Madura United hanya bisa mengamankan satu poin ketika menjamu Arema FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (21/02/2026) malam.
Dalam laga pekan 22 Super League 2025/2026 tersebut, Madura United ditahan imbang Arema FC dengan skor 2-2.
Hasil tersebut membuat pelatih Madura United, Carlos Parreira kecewa. Sebab, ia ingin timnya bisa meraih kemenangan di kandang.
"Kami kecewa tentu saja. Kami tidak ingin imbang, kami ingin menang," katanya dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.
Baca Juga : Persebaya Finis di Empat Besar Usai Bantai Persik Kediri 5-0
Menurut Carlos, Madura United dari awal mencoba bermain terbuka. Bahkan, ada banyak kesempatan yang didapatkan timnya untuk mencetak gol.
"Sayangnya kita enggak mencetak gol sebanyak yang kita inginkan," lanjut juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut.
Kendati demikian, Carlos mengakui bahwa pertandingan tidak mudah. Sebab, Arema FC merupakan lawan yang bagus.
Baca Juga : Ini Kunci Kemenangan Madura United Atas PSM dan Bertahan di Super League
"Kita melawan tim yang sangat bagus dan pada akhirnya draw, enggak bagus tapi setidaknya kita dapat satu poin," tegasnya.
Carlos juga menyoroti dua gol yang dicetak Arema FC pada awal babak kedua. Ia menilai anak asuhnya kurang konsentrasi.
"Kita bisa bilang kita kembali ke lapangan dengan konsentrasi yang tidak bagus dan kadang-kadang ini terjadi seperti ini dan kita membayarnya dengan kebobolan dua gol," tegasnya.
Baca Juga : Persib Juara Super League 2025/2026, Madura United Lolos dari Degradasi
"Kita akan bekerja untuk membetulkan ini agar tidak terjadi lagi. Karena ini menyebabkan kita tidak menang," tandasnya.
Editor : A.M Azany



















