WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan wacana kontroversial terkait perubahan nama fitur geografis dunia dengan mengusulkan agar Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik diganti menjadi "Samudra Trump" atau "Samudra Amerika" pada Sabtu (10/10/2026) lampau.
"Kita punya teluk, kita punya danau yang indah. Sekarang, seseorang berkata, 'Kalian butuh sungai. Kita butuh sungai.' Kita butuh samudra," ujar Trump saat berpidato di hadapan para pendukungnya dalam kampanye di Clarksville, Tennessee.
Gagasan pergantian nama samudra ini muncul setelah sebelumnya pemerintahannya berturut-turut mengubah sejumlah penamaan tempat penting, seperti mengganti Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika serta Danau Ontario menjadi Danau Amerika.
"Tidak, kita harus melakukannya. Sebelum saya pergi, kita harus memiliki sebuah samudra dan kita membutuhkan sebuah sungai besar," tegasnya.
Meskipun demikian, Trump menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk mengubah nama-nama aliran sungai bersejarah seperti Sungai Hudson maupun Sungai Mississippi yang sudah melekat kuat.
"Saya tidak ingin mengubah nama Sungai Hudson, dan saya juga tidak mengubah nama Mississippi," ucap Trump.
Meskipun Presiden Amerika Serikat memiliki wewenang untuk mengatur penggunaan nama fitur geografis di peta domestik melalui perintah eksekutif, kebijakan tersebut hanya berlaku secara internal bagi pemerintah federal.
Trump tidak memiliki kewenangan internasional untuk memaksa negara lain atau organisasi global mengadopsi perubahan nama Samudra Atlantik maupun Pasifik yang diusulkannya. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe




















