Menu
Pencarian


Adik Prabowo Usulkan Hutan Rusak untuk Biodiesel B50-B100

Portaljtv.com - Rabu, 14 Oktober 2026 11:11
Adik Prabowo Usulkan Hutan Rusak untuk Biodiesel B50-B100
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, saat menyampaikan gagasan pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk pengembangan biodiesel B50-B100. (Foto: YouTube/Kadin Indonesia)

JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memaparkan rencana strategis pemanfaatan lahan hutan yang telah mengalami degradasi untuk mendukung pengembangan bahan bakar nabati atau biofuel di Indonesia pada Rabu (7/10/2026) silam.

"B50-B100 itu nanti, syukur-syukurnya itu nanti dari hutan yang rusak, bukan hutan primer. Menurut pemerintah, saat ini terdapat 12,7 juta hektare hutan rusak atau degraded forest," ujar Hashim dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta.

Gagasan tersebut diarahkan untuk mencapai target swasembada energi nasional melalui peningkatan mandatori biodiesel, mulai dari campuran B50 hingga B100. Pemanfaatan lahan tidur atau kawasan yang kehilangan tutupan kayunya ini dipilih sebagai alternatif agar pemerintah tidak perlu membuka kawasan hutan primer yang masih terjaga keasliannya.

Hashim menjelaskan bahwa kawasan hutan terdegradasi yang dimaksud umumnya sudah tidak lagi memiliki tegakan pohon yang lebat akibat aktivitas penebangan di masa lalu dan kini sebagian besar didominasi oleh semak belukar.

"Itu hutan, tapi tidak ada kayu lagi. Sudah ditebang, semak belukar dan sebagainya. Itu yang sebetulnya sumber karbon lah. Hutan-hutan rusak itu," jelasnya.

Selain berfokus pada penyediaan bahan baku energi terbarukan, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan fungsi kawasan konservasi yang mengalami kerusakan akibat perambahan ilegal, seperti alih fungsi lahan sawit tanpa izin.

"Tapi ternyata berapa juta hektare sudah ditebang oleh pihak-pihak yang ilegal. Ini adalah perkebunan sawit ilegal, 5 juta hektare sudah dikuasai negara," ungkap Hashim.

Langkah penertiban kawasan tersebut diiringi dengan upaya penyiapan pendanaan internasional guna mendukung rehabilitasi lingkungan serta pemeliharaan kawasan taman nasional yang terdampak.

"Saya sangat optimis Indonesia terang. Kita akan bertumbuh, ekonomi kita dengan strategi yang berimbang. Growth with balance, growth balance. Kita perhatikan dan kita utamakan juga lingkungan hidup, termasuk hutan kita, perairan kita," pungkasnya. (Tengku Abdillah Ayyub)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.