LUMAJANG -
Kondisi Dewangga Eza Naufal Al Yusen (13 tahun), santri asal Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Lumajang, terlihat sangat memprihatinkan. Tubuhnya terbaring lemas di kamar rumah, dengan berat badan turun drastis hingga hanya 24 kilogram. Akibat luka serius pada organ pencernaannya, Dewangga tidak bisa mengonsumsi makanan dan hanya bertahan hidup dengan susu khusus yang dianjurkan medis.
Dewangga adalah anak pertama pasangan Arif Yusin (37 tahun) dan Ratna Purwari (38 tahun). Kondisi ini dialami sejak 10 Juli 2025, ketika ia tanpa sadar meminum cairan asam klorida (HCL) yang diletakkan di botol minuman kemasan oleh teman sesama santri di Pondok Pesantren Asy-Syarifiy, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh. Dari tiga santri yang menjadi korban, hanya Dewangga yang mengalami dampak paling serius.
Kini, di tengah kondisi tubuhnya yang memprihatinkan, pihak keluarga bersama pesantren melakukan penggalangan dana untuk meringankan biaya penyembuhan.
Ratna Purwari, ibu korban, menuturkan bahwa biaya yang dibutuhkan cukup besar karena Dewangga harus mengonsumsi susu khusus dan obat-obatan selama enam bulan. Hal tersebut tidak ditanggung BPJS, dengan nominal biaya mencapai Rp1 juta per hari.
Sementara itu, Ahmad Syaifuddin Amin, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy, menyampaikan bahwa pihak pesantren turut membantu penggalangan dana demi kesembuhan santri tersebut.
Pihak keluarga berharap, doa dan uluran tangan masyarakat dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan Dewangga hingga pulih kembali.
Editor : JTV Jember



















