KEDIRI - Sejak memasuki bulan Ramadan, warga berbondong-bondong mendatangi toko kurma di kawasan Jamsaren, Kota Kediri. Kedatangan mereka untuk membeli kurma yang menjadi salah satu menu favorit saat berbuka puasa maupun sahur selama Ramadan.
Para pedagang mencatat lonjakan penjualan dalam sepekan terakhir. Hingga saat ini, total kurma yang berhasil terjual bahkan mencapai sekitar tiga ton. Meski permintaan tinggi, para pedagang mengeluhkan kenaikan harga pada sejumlah jenis kurma.
Salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah kurma asal Mesir. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp250 ribu per 10 kilogram, kini harganya meningkat menjadi Rp375 ribu. Selain itu, sebagian jenis kurma juga mulai mengalami kekosongan stok di pasaran.
Salah satu pedagang kurma, Rifqi, mengatakan kenaikan harga terjadi cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. “Jika dibandingkan dengan tahun lalu, beberapa jenis kurma memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama kurma Mesir dan kurma Dubai,” ujarnya.
Baca Juga : Harga Emas Naik Usai Lebaran, Warga Kediri Justru Borong Logam Mulia
Menurut Rifqi, kenaikan harga kemungkinan dipicu tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan pasokan yang tersedia sejak awal tahun. “Kami memperkirakan sejak Januari hingga Februari pasokan tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga harga akhirnya melonjak,” jelasnya.
Ia mencontohkan, harga kurma Mesir yang sebelumnya dijual sekitar Rp250 ribu hingga Rp265 ribu kini harus dipasarkan dengan harga Rp375 ribu. “Artinya ada kenaikan sekitar Rp125 ribu. Kondisi ini tentu membuat kami para pedagang cukup khawatir,” tambahnya.
Rifqi juga mengaku khawatir harga kurma bisa kembali naik jika terjadi gangguan distribusi. Ia menyinggung kabar penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi dari negara-negara produsen kurma menuju Asia.
Baca Juga : Bocah 3 Tahun di Kediri Tewas Tak Wajar, Tubuh Penuh Lebam Diduga Dianiaya
“Negara seperti Iran dan Arab Saudi membutuhkan jalur distribusi melalui Selat Hormuz untuk mengirimkan kurma ke Asia. Jika jalur tersebut terganggu, tentu kami khawatir harga akan kembali naik dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Siti, mengaku tetap membeli kurma seperti biasanya, bahkan dalam jumlah lebih banyak selama Ramadan untuk kebutuhan keluarga.
“Walaupun di luar Ramadan saya juga sering mengonsumsi kurma, tetapi saat Ramadan biasanya membeli lebih banyak untuk berbuka dan sahur bersama keluarga,” ujar Siti.
Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Kota Kediri Melambat, BI Kediri Usul Genjot Pariwisata dan Industri Kreatif
Ia menambahkan bahwa mengonsumsi kurma saat berbuka puasa merupakan salah satu anjuran yang biasa dilakukan umat Muslim. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi



















