SURABAYA - Seorang perempuan berisial AS (24), asal Malang, menjadi korban pelecehan seksual di kawasan Jalan Darmo, Surabaya, pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di depan coffee shop Little Cave yang berlokasi di Jalan Kutai No.23B, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Ketika itu, korban tengah berboncengan sepeda motor bersama temannya, DB untuk mencari tempat lain setelah lokasi yang dituju tutup.
AS mengungkapkan, sebelum kejadian, pelaku yang merupakan seorang pria paruh baya sudah terlihat mencurigakan karena mengikuti mereka dari arah belakang. Saat itu, AS dan DB sempat mengira pelaku membutuhkan bantuan karena terlihat memperhatikan area sekitar.
Menurut keterangan AS, peristiwa pelecehan terjadi ketika mereka berhenti di sebuah coffee shop yang ternyata tutup. Saat DB bersiap kembali menaiki motor untuk mencari tempat lain, pelaku mendekat secara perlahan dan langsung menyentuh bagian sensitif tubuh AS.
“Karena tempatnya tutup, akhirnya kami mencari opsi lain. Saat itu, DB sudah bersiap naik motor untuk menuju coffee shop yang baru, lalu pelaku mendekat secara perlahan dan langsung menyentuh area sensitif saya,” jelas AS.
AS mengaku syok dan tidak sempat memberikan reaksi saat kejadian berlangsung. Namun, DB yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak, lalu keduanya mengejar pelaku dari arah Jl Kutai menuju arah Jl Hayam Wuruk menggunakan sepeda motor hingga lampu merah arah Kebun Binatang Surabaya (KBS), Korban kehilangan jejak pelaku.
Saat pengejaran, korban sempat merekam pelaku yang diketahui merupakan pria paruh baya dengan mengenakan jaket abu-abu, baju biru, dan celana hitam serta tidak menggunakan masker. Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan nomor polisi S 6266 PV.
“Saat di lampu merah KBS sebenarnya pelaku sempat tidak kelihatan, tapi karena dia panik dan berulang kali melihat ke berbagai arah, kami bisa mengenali pelaku,” ungkapnya.
AS juga menegaskan bahwa saat kejadian dirinya dan temannya tidak mengenakan pakaian ketat. Ia sempat meneriaki pelaku dengan sebutan “begal”, namun tidak ada orang di sekitar yang membantu. AS menyayangkan sikap masyarakat yang dinilai kurang peduli terhadap situasi tersebut.
Pada Kamis, 12 Februari 2026, AS melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Surabaya. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku. Berdasarkan keterangan terakhir, kendaraan yang digunakan pelaku diketahui bukan atas nama pribadi, sehingga polisi masih mendalami identitas pelaku.
Sambil menunggu proses hukum, AS mengunggah cerita pengalamannya melalui akun TikTok pribadinya untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada sekaligus membantu menyebarkan informasi terkait pelaku.
“Dan informasi yang kudapat, pelaku ini sudah pernah viral sebelumnya dengan kasus serupa,” ujarnya. AS berharap pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman atas perbuatannya agar tidak ada korban berikutnya. (Mamluatus Salimah)
Editor : M Fakhrurrozi



















