SURABAYA - Situasi di Timur Tengah yang terus memanas, mendapat perhatian Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini meminta warga menunda rencana bepergian ke luar negeri.
"Kemarin kita rapatkan juga, untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu, ketika ada suasana yang seperti ini," ujar Wali Kota Eri, Selasa (3/3/2026).
Selain mengimbau warga yang berada di dalam negeri, Pemkot Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Wali Kota Eri pun meminta warga di sana agar meningkatkan kehati-hatian, memantau perkembangan situasi setempat, dan mengikuti arahan otoritas berwenang demi keselamatan masing-masing.
Baca Juga : Cak Yebe Minta Pemkot Surabaya Tunda Penandaan Bangunan Terdampak Pelebaran Sungai Kalianak
"Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian yang seperti ini, saya berharapnya hati-hati," katanya.
Menurutnya, dinamika perang tidak dapat diprediksi, terutama karena serangan bisa terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai titik. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan agar warga tidak menganggap enteng situasi yang berkembang dan tetap mengutamakan keselamatan.
"Karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan di Timur Tengah. Jadi warga Surabaya tetap berhati-hati," tuturnya.
Baca Juga : Ketua Komisi A DPRD Surabaya Cak Yebe : 181 Ribu Lebih KK Belum Terverifikasi
Terkait langkah koordinasi, Wali Kota Eri menyatakan telah berkomunikasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya untuk memastikan jumlah warga Surabaya yang berada di kawasan terdampak.
"Kita koordinasi dengan Kantor Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag), agar mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana," pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















