PBSI memasang target satu medali emas untuk tim bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026. Target ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi dan tren bulu tangkis di beberapa turnamen sebelumnya.
Kepala Pelatih Pelatnas PBSI, Eng Hian, menuturkan bahwa target yang diusung di Asian Games 2026 tersebut telah dikoordinasikan bersama tim peninjau Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Dari pengalaman dan hasil yang tidak baik di edisi Asian Games sebelumnya, tentunya jadi pembelajaran bagaimana kami akan mempersiapkan lebih baik dari program latihannya, program periodesasinya dan pengaturan kejuaraan menjelang Asian Games-nya,” ujar Eng Hian.
“Kami tidak membeda-bedakan pelatnas maupun non-pelatnas. Siapa yang terbaik dan siap, kami akan panggil untuk bergabung. Untuk target sesuai hasil rapat dengan tim review Kemenpora, kami menargetkan satu medali emas di nomor beregu putra."
Baca Juga : Pernyataan PBSI soal Dugaan Pelanggaran Integritas yang Libatkan Pebulu Tangkis Indonesia
Menilik edisi sebelumnya pada 2022, bulu tangkis Indonesia memang mencetak sejarah kelam tanpa raihan medali sama sekali. Ini membuat PBSI berbenah agar lebih maksimal di Asian Games 2026.
Soal beregu putra yang jadi tumpuan meraih emas, hal ini tidak terlepas dari performa sejumlah pasangan di BWF World Tour. Terbaru di Juli–Agustus, tiga turnamen bergengsi berhasil disegel wakil Indonesia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Japan Open 2026 dan China Open 2026. Ini diikuti oleh Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang naik podium tertinggi di Taipei Open 2026.
Baca Juga : Daftar Wakil Indonesia di Badminton Asia Championships 2026
Kendati begitu, Eng Hian tetap menilai sektor lain punya kans meraih emas di Asian Games 2026. Harapannya, tidak hanya ganda putra yang bisa mendapatkan medali emas, tetapi juga sektor lainnya.
"Tapi melihat probabilitas dan peluang, kembali tentunya sektor ganda putra juga berpeluang dengan hasil di turnamen terakhir. Dan tidak menutup kemungkinan sektor-sektor lain pun bisa mendulang medali," imbuhnya.
Editor : Khasan Rochmad



















