PONOROGO - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan pesantren akan terus berkomitmen mendedikasikan diri di bidang pendidikan untuk membina umat dan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Sabtu (15/9/2026).
"Pondok ini memilih, menetapkan, memutuskan untuk memilih pendidikan. Anak-anak kita, alumni-alumni kita yang ada di pemerintahan eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, insyaallah tetap sama-sama membina umat dan bangsa kita sesuai cita-cita Republik Indonesia," ujar Kiai Hasan.
Kiai Hasan menegaskan bahwa pendidikan menjadi jalan yang dipilih Gontor untuk ikut membangun bangsa dan membentuk generasi penerus di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami tetap memilih pendidikan. Bapak Presiden, saya… Saya tak (mau) ngomong agak ndak enak ya, Pak. Sorry yee," tutur Kiai Hasan.
Baca Juga : Bocah 14 Tahun Tenggelam di Kedung Sampung, Ditemukan Meninggal
Kiai Hasan merefleksikan perjalanan panjang Gontor sejak berdiri pada tahun 1926 hingga diwakafkan kepada umat Islam pada tahun 1958 oleh para pendirinya, yakni K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fannanie, dan K.H. Imam Zarkasyi.
"1926 ada apa? Ada siapa? Dan bagaimana Gontor ini? Gontor dulu singkatan dari ‘nggon kotor’ karena banyak syirik dan kufur. Sekarang menjadi ‘nggon inspirator’," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa sistem pendidikan karakter di PMDG berlandaskan pada prinsip dasar "STIR".
Baca Juga : Prabowo Serukan “Free Palestine” di Puncak 100 Tahun Gontor
"Di sini cara mendidik kami pakai STIR, Pak. STIR itu sabar, tawakal, ikhlas, rida," tutur Kiai Hasan.
Selain itu, Kiai Hasan turut menuturkan guyonan hangat mengenai dinamika latar belakang para santri dan keluarganya yang berasal dari berbagai ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah.
"Kami di sini, Bapak Presiden, tidak keluar dari kata-kata iman, Islam, ihsan sesuai dengan ijtihad para pendiri. Sehingga Gontor ini dari NU masuk sini, keluar NU lagi. Anak Muhammadiyah masuk Gontor, keluar Muhammadiyah lagi," tambahnya.
Baca Juga : Diduga Sengaja Dimatikan Oknum, Pohon Usia Ratusan Tahun Ditebang
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut memberikan pesan penuh makna kepada para santri dan santriwati agar senantiasa bersiap diri untuk meneruskan estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.
"Kalian lah yang akan mengambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita," ucap Prabowo.
Baca Juga : Antisipasi Kebakaran, Damkar Cek APAR di Sekolah
Editor : Iwan Iwe



















