SURABAYA - Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya kembali meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam penyelenggaraan pameran pendidikan dengan 275 stan di pusat perbelanjaan atau mal. Acara yang digelar yakni Petranesian Business & Education Fair (PBEF) 2026 di Galaxy Mall 1, 2, dan 3 Surabaya, mulai 17-20 September 2026.
Senior Manager MURI, Triyono, mengatakan pameran yang digelar UK Petra tersebut mencatat rekor sebagai pameran pendidikan oleh perguruan tinggi dengan jumlah stan terbanyak di Indonesia.
“Pada hari ini Museum Rekor Indonesia mencatatkan sebuah rekor baru karena pameran pendidikan yang dilaksanakan dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi, namun jumlah stan itu tidak main-main mencapai 275 stan,” kata Triyono.
Triyono menyebut kegiatan itu memiliki keunikan karena pameran pendidikan diselenggarakan di pusat perbelanjaan dengan melibatkan ratusan stan dalam satu rangkaian kegiatan.
"Selama ini belum pernah ada yang jumlahnya sebanyak di pameran ini," ujarnya
Sementara itu, Rektor UK Petra Rolly Intan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan rekor MURI yang diterima perguruan tinggi tersebut.
“Ini surprise bagi kami dan kami sangat senang sekali. Semuanya kami kembalikan kepada kemuliaan Tuhan, dalam arti kebaikan Tuhan kepada UK Petra,” ucapnya.
Menurut Rolly, penyelenggaraan pameran tersebut menjadi momentum bagi UK Petra untuk melihat kembali potensi jaringan alumni dalam mendukung kemajuan almamater. Apalagi UK Petra memiliki sekitar 53.000 alumni yang tersebar di 55 negara.
Ketua Panitia Petranesian Business & Education Fair (PBEF) 2026 Teddy Salim mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga mempertemukan ekosistem bisnis dan pendidikan dalam satu tempat.
Ia menyebut respons masyarakat terhadap PBEF 2026 cukup positif. Selain pameran dan aktivitas bisnis, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai program edukasi serta pengenalan program studi kepada calon mahasiswa.
Selama tiga hari pelaksanaan PBEF terjadi perputaran ekonomi yang cukup besar. Nilai transaksi dari sejumlah area kegiatan bahkan telah mendekati Rp2 miliar.
“Ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berbicara mengenai teori. Ada ekosistem bisnis yang bisa tumbuh dan memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa maupun masyarakat,” pungkasnya.
Harapannya melalui PBEF 2026, UK Petra dapat mempertemukan pendidikan, kewirausahaan mahasiswa, jejaring alumni, dan aktivitas ekonomi sehingga ke depan dapat lebih membuka jejaring yang lebih luas. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















