PONOROGO - Tangis haru menyelimuti Siti Robiah yang di usia 90 tahun akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji pada 2026. Perempuan lansia asal Ponorogo ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 20 April 2026.
Kabar keberangkatan tersebut menjadi momen penuh syukur bagi Siti Robiah. Ia tak pernah menyangka impian yang diperjuangkannya sejak muda akhirnya bisa terwujud di usia senja.
Di balik kebahagiaan itu, tersimpan kisah perjuangan panjang. Sejak muda, Siti Robiah bekerja sebagai penjual kayu bakar. Setiap hari, ia berjalan kaki menempuh jarak belasan kilometer demi menjajakan dagangannya.
Hasil dari berjualan kayu bakar itu ia sisihkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu membeli sebidang tanah. Tak disangka, tanah tersebut menjadi jalan baginya untuk mendaftar haji di kemudian hari.
Baca Juga : 13 Tahun Tanpa Pergantian, Ponorogo Akhirnya Lantik Sekda Baru
“Saya tidak menyangka bisa berangkat haji. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Siti Robiah dengan mata berkaca-kaca.
Siti Robiah diketahui mendaftar haji pada tahun 2020 saat usianya menginjak 86 tahun. Namun, proses pendaftaran tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami kendala karena sidik jarinya tidak terbaca oleh sistem.
Cucunya, Binti Masruroh, mengungkapkan bahwa keluarga harus melalui proses panjang hingga akhirnya pendaftaran berhasil dilakukan.
Baca Juga : Polres Ponorogo Ungkap Peredaran 301 Gram Sabu, Nilai Capai Rp390 Juta
“Waktu itu sempat kesulitan karena sidik jari nenek tidak terbaca. Tapi alhamdulillah, setelah beberapa kali proses akhirnya bisa terdaftar,” jelasnya.
Meski usianya sudah lanjut, semangat Siti Robiah tidak pernah surut. Ia tercatat selalu mengikuti kegiatan manasik haji, bahkan telah mengikutinya hingga 13 kali tanpa pernah mengeluh.
Kisah Siti Robiah menjadi inspirasi bahwa ketekunan, kesabaran, dan doa mampu mengantarkan seseorang meraih impian, meski harus menunggu puluhan tahun lamanya.
Editor : JTV Madiun



















