MAGETAN - Musim hujan membuat petani cabai rawit di Magetan kelimpungan. Sejumlah tanaman mengalami layu hingga memaksa petani melakukan panen lebih awal.
Di sejumlah lahan pertanian, kondisi pohon cabai rawit menunjukkan gejala layu akibat intensitas hujan yang tinggi hampir setiap hari. Tanaman menjadi rentan terserang jamur dan busuk batang sehingga petani tidak memiliki pilihan selain memanen lebih cepat meski cabai belum mencapai warna merah sempurna.
Keputusan panen dini terpaksa diambil untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Jika dibiarkan hingga matang, banyak buah cabai dikhawatirkan akan gugur atau membusuk akibat kadar air yang terlalu tinggi. Petani mengakui, risiko gagal panen pada musim hujan jauh lebih besar dibandingkan musim kemarau.
Salah seorang petani cabai, Tarsih, mengungkapkan sebagian besar tanaman rusak akibat hujan yang terus mengguyur.
Baca Juga : Nilai Sempurna Dalam Tes CAT Perangkat Desa Nguntoronadi Tuai Sorotan
“Kebanyakan kena hujan jadi rusak tanamannya. Rata-rata rusak batangnya, dan solusinya kalau sudah parah tidak bisa dipanen, kecuali yang masih hijau bisa dijual,” ujarnya kepada portaljtv.com, Sabtu (29/11/2025).
Di tingkat petani, harga cabai rawit merah sebenarnya masih tergolong tinggi, bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram seiring tren kenaikan harga di pasar selama dua minggu terakhir. Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan realitas di lapangan karena banyak cabai yang masih berwarna hijau terpaksa dijual dengan harga lebih rendah, yakni sekitar Rp20.000 per kilogram.
Petani mengeluhkan selisih harga yang cukup jauh antara cabai matang dan cabai hijau yang membuat keuntungan mereka menyusut drastis. Bahkan, sebagian petani hanya mampu menutup modal tanpa memperoleh laba.
Baca Juga : Bantuan Becak Listrik Ringankan Beban Pembecak Namun Terkendala Service
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan cabai di pasar tetap tinggi sehingga tren kenaikan harga diprediksi masih akan berlanjut apabila pasokan terus menurun. Namun bagi petani, harga tinggi tidak selalu berarti untung karena cuaca buruk terlanjur memangkas hasil panen mereka. (Ramdhan Rio/Fadillah Putri)
Editor : M Fakhrurrozi



















