PROBOLINGGO - Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah ditabrak Kereta Api Tawang Alun di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Gang Gayam, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026) pagi.
Kerasnya benturan membuat tubuh korban terpental hingga lebih dari 50 meter dari lokasi tabrakan. Sementara sepeda motor bebek bernomor polisi N 6842 QH yang dikendarai korban patah menjadi dua bagian. Salah satu bagian motor bahkan terpental hingga masuk ke kolam di sekitar lokasi kejadian.
Kereta Api Tawang Alun yang melintas dalam perjalanan dari Ketapang menuju Malang menabrak korban saat pengendara motor itu melintas di perlintasan sebidang.
Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras langsung berhamburan keluar rumah. Salah satunya Nanik (35), warga setempat.
Menurut Nanik, saat keluar rumah setelah mendengar suara benturan, dirinya mendapati korban sudah tergeletak di jalan kampung tepat di depan rumahnya.
“Saya mendengar suara benturan sangat keras. Saya langsung keluar rumah dan ternyata ada korban sudah tergeletak di jalan depan rumah. Jarak dari lokasi tabrakan sampai tubuh korban jatuh cukup jauh,” kata Nanik.
Ia mengatakan, jarak tubuh korban terpental diperkirakan mencapai lebih dari 50 meter.
“Kurang lebih sekitar 50 meter lebih. Tubuh korban terpental sangat jauh, sedangkan motornya hancur dan patah menjadi dua bagian,” ujarnya.
Menurut Nanik, salah satu bagian sepeda motor korban bahkan terpental ke arah kolam.
“Bagian motor yang satu sampai masuk atau terjebur ke kolam. Saking kerasnya tabrakan, motor itu sampai patah menjadi dua,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban saat itu melintas dari arah selatan menuju utara. Diduga korban tidak memperhatikan kondisi kanan dan kiri sebelum melintasi jalur rel.
“Kalau dari arah perjalanan, korban dari selatan mau ke utara. Tiba-tiba tertabrak kereta yang sedang melintas. Mungkin korban tidak melihat kereta datang,” tutur Nanik.
Petugas kepolisian dari Polres Probolinggo Kota yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.
PAMAPTA Polres Probolinggo Kota, Ipda Anggi Indra Setyawan, mengatakan, peristiwa tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan kepolisian.
“Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian,” kata Ipda Anggi.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga korban tidak berhenti terlebih dahulu saat hendak melintasi perlintasan sebidang.
“Dugaan sementara, korban melintas dan tidak berhenti untuk memastikan kondisi di jalur rel. Namun untuk penyebab pastinya masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Usai kejadian, petugas tidak langsung menemukan identitas korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
“Saat pertama dilakukan penanganan, identitas korban belum ditemukan. Korban kemudian kami evakuasi ke RSUD dr. Mohamad Saleh untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Anggi.
Setelah dilakukan identifikasi, korban akhirnya diketahui bernama M. Yusuf, warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
"Kepolisian masih melakukan penanganan dan mengumpulkan keterangan saksi terkait kecelakaan maut di perlintasan sebidang tersebut," tutupnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















