NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengoptimalkan program Seruan dan Tabuhan Bergegas Turunkan Angka Kemiskinan atau Subuh Bergerak sebagai sarana mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi pelaksanaan program pemerintah hingga tingkat desa.
Kegiatan Subuh Bergerak kali ini dipusatkan di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Subuh berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial serta pelayanan langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan Subuh Bergerak menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kinerja perangkat pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi langsung untuk menyerap aspirasi dan mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.
“Subuh Bergerak ini menjadi bagian dari evaluasi, monitoring, sekaligus komunikasi langsung dengan masyarakat. Kalau ada persoalan di lapangan, kita bisa segera mencari solusi,” ujar Ony Anwar Harsono.
Menurut Ony, sejumlah program prioritas Pemkab Ngawi terus menjadi perhatian untuk dioptimalkan. Di antaranya Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB), penurunan angka stunting, Gerakan Masyarakat Menanam di Pekarangan Rumah Tangga (Gema Parut), pembangunan infrastruktur desa, serta berbagai layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Tidak hanya pemerintah kabupaten, para camat juga akan turun langsung ke setiap desa untuk melakukan monitoring sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai persoalan yang ditemukan nantinya akan dibawa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk dicarikan solusi.
Ony menambahkan, Subuh Bergerak juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dan kerukunan di tingkat desa.
“Intinya bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat, guyub rukun, sehingga di tingkat desa masyarakat bisa saling menjaga dan saling melengkapi,” tambahnya.
Selain kegiatan keagamaan dan pelayanan pemerintahan, dalam kunjungan tersebut Bupati Ngawi juga melihat langsung sentra produksi UMKM kerupuk sermier. Masyarakat turut mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan.
Berbagai layanan dasar tersebut sengaja didekatkan kepada masyarakat agar lebih mudah diakses. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ngawi juga menyerahkan Piagam Desa Berbudaya kepada Desa Tawun sebagai bentuk apresiasi atas upaya masyarakat dalam menjaga tradisi dan kebudayaan lokal, termasuk melalui adat Keduk Beji.
Editor : JTV Madiun



















