PROBOLINGGO - Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segera dibuka untuk masyarakat. Pada tahap awal, ruas yang dibuka merupakan segmen 1 dan 2 hingga pintu masuk Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Pembukaan tol Prosiwangi ini dilakukan di tengah semakin padatnya arus lalu lintas di jalur Pantura, terlebih adanya perbaikan Jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi menyiapkan masa uji coba selama 14 hari. Selama masa tersebut, tol akan dibuka selama 24 jam dan masyarakat dapat melintas secara gratis.
Meski tidak dikenakan tarif, pengguna jalan tetap diwajibkan menggunakan kartu elektronik atau e-toll saat masuk maupun keluar gerbang tol.
Manajer PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi, Nadila Sevitria, mengatakan rencana pembukaan Tol Prosiwangi merupakan dorongan dari pemerintah daerah setempat, terutama untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantura.
"Dibukanya Tol Prosiwangi ini merupakan dorongan dari pemerintah daerah setempat," kata Nadila.
Namun, Nadila menegaskan tanggal pasti pelaksanaan uji coba hingga kini masih belum ditetapkan.
"Untuk uji coba masih belum memastikan tanggalnya," ujarnya.
Meski demikian, kesiapan ruas tol terus dilakukan. Menurut Nadila, khusus segmen 1 dan 2, pihaknya telah beberapa kali melakukan uji coba fungsional.
"Yang pasti, untuk ruas jalan di tol segmen 1 dan 2 sudah diuji coba beberapa kali," katanya.
Uji coba tersebut, lanjut Nadila, di antaranya dilakukan saat periode fungsional Lebaran dan Tahun Baru.
"Mulai fungsional Lebaran dan Tahun Baru. Secara keseluruhan layak digunakan," imbuhnya.
Secara fisik, pengerjaan ruas yang akan difungsionalkan juga telah rampung. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti rambu lalu lintas, penunjuk arah, penerangan jalan, hingga kamera CCTV, telah terpasang.
Selama masa uji coba, kendaraan besar seperti bus dan truk juga diperbolehkan menggunakan Tol Prosiwangi tanpa dikenakan tarif.
"Nantinya kendaraan besar seperti truk, bus bisa menggunakan tol ini secara gratis," ujar Nadila.
Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan yang masuk kategori over dimension over load (ODOL). Kendaraan dengan dimensi maupun muatan berlebih tetap dilarang melintas di jalan tol.
"Yang over dimension over load atau ODOL tetap dilarang melintas," tegasnya.
Jasa Marga memperkirakan pembukaan gratis selama 14 hari tersebut akan mendapat respons cukup tinggi dari masyarakat. Setidaknya sekitar 5.000 kendaraan diperkirakan melintas setiap hari di segmen 1 dan 2 Tol Prosiwangi.
Masa uji coba tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi sebelum tol beroperasi secara resmi dengan tarif.
Setelah masa uji coba selama 14 hari berakhir, tarif resmi Tol Prosiwangi nantinya akan ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Sementara itu, untuk segmen 3 yang menghubungkan Paiton-Besuki, Kabupaten Situbondo, belum dapat dioperasikan.
Ruas tersebut masih menunggu terbitnya sertifikat laik fungsi sebelum dapat digunakan oleh masyarakat.
"Untuk segmen 3 Paiton-Besuki belum dapat dioperasikan karena masih menunggu sertifikat laik fungsi," jelas Nadila.
Jasa Marga menargetkan segmen 3 dapat mulai digunakan pada periode libur Natal dan Tahun Baru, serta diharapkan dapat mendukung arus mudik dan balik pada Lebaran mendatang.
Dengan dibukanya segmen 1 dan 2, Tol Prosiwangi diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur Pantura Probolinggo yang semakin padat.
Editor : M Fakhrurrozi



















